Dubes Qatar Temui Jokowi di Solo: Bincang Timur Tengah hingga Hubungan Bilateral
Baca dalam 60 detik
- Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak, berkunjung ke kediaman Jokowi di Solo pada Jumat (17/7) dalam agenda silaturahmi yang telah dijadwalkan sebelumnya.
- Pertemuan selama satu jam itu membahas situasi terkini di Timur Tengah serta penguatan hubungan bilateral antara Qatar dan Indonesia.
- Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian diplomasi Sultan bin Mubarak yang baru menjabat sejak akhir 2025, setelah sebelumnya bertemu sejumlah pejabat tinggi negara.

Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, menyambangi kediaman Presiden ketujuh RI Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (17/7). Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu menjadi ajang diskusi ringan sekaligus mempererat hubungan bilateral kedua negara.
Dalam perbincangan tersebut, Jokowi mengaku banyak bertanya mengenai dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah. "Terutama saya hanya bertanya tentang situasi terakhir di Timur Tengah," ujar Jokowi usai pertemuan. Sultan bin Mubarak menegaskan bahwa kunjungan ini sudah direncanakan jauh-jauh hari, bahkan sebelumnya ia telah berkomunikasi dengan Jokowi melalui telekonferensi.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya diplomatik Sultan bin Mubarak yang baru beberapa bulan menjabat sebagai duta besar. Ia ditunjuk oleh Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, pada akhir 2025, dan surat kredensialnya diterima oleh Presiden Prabowo Subianto pada 9 Juni 2026 lalu. Sejak berkantor di Jakarta, ia telah menemui sejumlah pejabat tinggi Indonesia, termasuk Ketua MPR Ahmad Muzani dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Menurut Sultan, pertemuan dengan Jokowi adalah bagian dari agenda mempererat hubungan baik antara Qatar dan Indonesia. "Saya hanya membicarakan pembicaraan biasa saja, hubungan antara negara Qatar dengan Indonesia," katanya. Ia juga menyebut bahwa sebagai duta besar yang baru, penting untuk menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh kunci di Indonesia.
Usai bertemu Jokowi, Sultan dijadwalkan menemui Wali Kota Solo, Respati Ardi, di Balai Kota. Langkah ini menunjukkan komitmen Qatar untuk memperkuat hubungan tidak hanya di tingkat pusat, tetapi juga dengan pemerintah daerah. Dalam konteks Indonesia, kunjungan ini menjadi sinyal positif bagi kerja sama ekonomi dan investasi, mengingat Qatar merupakan salah satu mitra dagang utama di kawasan Timur Tengah.
Diplomasi Sultan bin Mubarak juga mencakup momen duka, saat ia menerima kunjungan Presiden Prabowo dan Menteri Luar Negeri Sugiono pada 15 Juli lalu untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani. Hal ini menegaskan kedekatan hubungan personal antara kedua negara.
Ke depan, pertemuan-pertemuan seperti ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi kerja sama bilateral, terutama di bidang energi, infrastruktur, dan pendidikan. Apakah kunjungan ke Solo ini akan diikuti dengan realisasi proyek konkret? Waktu yang akan menjawab.



