India Pukul Inggris di ODI Pertama, Pekerjaan Rumah McCullum Makin Berat
Baca dalam 60 detik
- India mengalahkan Inggris dengan enam wicket di Edgbaston, unggul 1-0 dalam seri tiga pertandingan ODI.
- Shubman Gill mencetak 80 run sebelum mundur karena kram, sementara Axar Patel dan Washington Sundar mengamankan kemenangan dengan kemitraan tak terkalahkan.
- Kekalahan ini memperpanjang tren buruk Inggris di ODI—14 kekalahan dalam 20 pertandingan terakhir—dan menyoroti tantangan besar bagi pelatih baru Brendon McCullum.

India memulai seri ODI melawan Inggris dengan kemenangan telak enam wicket di Edgbaston, Birmingham, Selasa (10/6), sekaligus mengirim sinyal peringatan bagi skuad tuan rumah yang tengah dalam masa transisi kepelatihan. Kapten Shubman Gill mencetak 80 run sebelum mundur karena kram, namun kemitraan tak terputus antara Axar Patel (57*) dan Washington Sundar (52*) memastikan target 259 run tercapai dengan 28 bola tersisa.
Kekalahan ini menjadi ujian pertama bagi Brendon McCullum yang baru saja beralih peran dari pelatih Test menjadi pelatih white-ball Inggris. Dua hari setelah dipecat dari tim Test, McCullum menyaksikan langsung betapa besarnya pekerjaan yang harus dilakukan untuk membenahi performa ODI Inggris yang terus merosot. Dalam 20 pertandingan terakhir, Inggris menelan 14 kekalahan—sebuah catatan yang kontras dengan keberhasilan mereka di format T20 yang baru saja menjuarai seri melawan India 4-0.
India yang tampil buruk di T20 tampil dengan kekuatan penuh di ODI. Kembalinya Virat Kohli, Rohit Sharma, Jasprit Bumrah, dan Shubman Gill membuat perbedaan signifikan. Bumrah, dengan figur 1-31, langsung memberikan tekanan sejak awal, sementara Kohli dan Rohit—meski hanya mencetak 5 dan 11 run—memberikan energi di lapangan. Gill, yang mencetak 430 run dalam satu Test di Edgbaston tahun lalu, kembali betah di kandangnya dengan pukulan-pukulan indah sebelum kram mengharuskannya mundur.
Inggris sebenarnya sempat bangkit setelah runtuh di awal. Dari posisi 61-0, mereka kehilangan tiga wicket cepat dan terpuruk di 107-6. Namun, kemitraan 111 run antara Joe Root (76* dari 76 bola) dan Liam Dawson (68 dari 83 bola) menyelamatkan muka. Dawson, yang tampil sebagai nomor delapan, menunjukkan pertahanan kokoh dan memainkan lebih banyak bola daripada sembilan pertandingan ODI sebelumnya digabungkan. Sayangnya, setelah Dawson gugur, Axar Patel membersihkan ekor Inggris—Adil Rashid, Jofra Archer, dan Josh Tongue tumbang dalam enam bola—dan Inggris habis terkubur untuk ke-11 kalinya dalam 19 ODI terakhir.
Bagi Indonesia, pertandingan ini memberikan gambaran tentang dominasi India yang semakin kokoh di kriket internasional. Dengan persiapan menuju Piala Dunia 2027 di Afrika Selatan, India menunjukkan kedalaman skuad yang luar biasa—mampu bangkit setelah kekalahan telak di T20. Sementara itu, Inggris yang masih berjuang untuk lolos otomatis ke Piala Dunia—saat ini berada di peringkat delapan—harus waspada terhadap tekanan dari Hindia Barat di peringkat 10. Jika tren negatif berlanjut, bukan tidak mungkin Inggris harus melalui turnamen kualifikasi.
Pertandingan kedua akan berlangsung di Cardiff pada Kamis (12/6). Gill dipastikan fit setelah kramnya mereda, sementara Inggris kemungkinan akan mempertimbangkan perubahan komposisi pemain, terutama setelah kekurangan pace bowler dan ketergantungan berlebihan pada spinner. McCullum harus segera menemukan formula agar timnya tidak kembali terpuruk di kandang sendiri.



