Patten-Heliovaara Kembali ke Semifinal Wimbledon: Comeback Kedua Beruntun
Baca dalam 60 detik
- Unggulan pertama Patten/Heliovaara menang dramatis 2-6, 6-4, 7-6(6) atas Andreozzi/Guinard untuk lolos ke semifinal ganda putra Wimbledon.
- Pasangan ini telah memenangi empat gelar musim ini, termasuk Australian Open, dan sempat menduduki peringkat satu dunia pada Juni.
- Mereka akan menghadapi Kovacevic/Kokkinakis pada semifinal, sementara pasangan Inggris Cash/Glasspool juga berpeluang menyusul.

Pasangan ganda putra unggulan pertama, Henry Patten (Britania Raya) dan Harri Heliovaara (Finlandia), kembali menunjukkan mental juara setelah menundukkan pasangan Argentina-Prancis, Guido Andreozzi dan Manuel Guinard, dengan skor 2-6, 6-4, 7-6 (10-6) di babak perempat final Wimbledon, Rabu (9/7). Kemenangan ini menjadi comeback kedua beruntun setelah sebelumnya mereka juga tertinggal satu set di babak ketiga.
Patten dan Heliovaara, yang merupakan juara bertahan Wimbledon 2024, harus bekerja keras untuk mempertahankan peluang merebut gelar kembali. Setelah kalah telak di set pertama, mereka bangkit dengan mengamankan set kedua melalui break kritis, lalu memenangi tie-break set penentuan dengan skor 10-6. Ini adalah pertandingan ketiga berturut-turut yang harus diselesaikan lewat super tie-break 10 poin sejak kemenangan straight set di babak pertama.
Konsistensi Patten dan Heliovaara di turnamen grand slam patut diacungi jempol. Setelah menjuarai Wimbledon tahun lalu, mereka mengawali musim ini dengan gelar Australian Open. Kini, mereka hanya berjarak dua kemenangan lagi untuk mengamankan gelar grand slam ketiga sebagai pasangan. Di semifinal, mereka akan menghadapi pasangan Amerika-Australia, Aleksandar Kovacevic dan Thanasi Kokkinakis, yang lolos setelah mengalahkan unggulan keempat.
Sementara itu, dua petenis Inggris lainnya, Julian Cash dan Lloyd Glasspool, juga berpeluang menyusul Patten ke semifinal. Cash dan Glasspool, yang menjadi pasangan all-British pertama yang memenangi gelar ganda putra Wimbledon dalam 89 tahun pada 2025, akan bertemu Marcelo Arevalo (El Salvador) dan Mate Pavic (Kroasia) pada laga perempat final, Rabu (9/7) waktu setempat.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, performa Patten dan Heliovaara menjadi tontonan menarik karena menunjukkan bagaimana kerja sama dan ketahanan mental dapat mengatasi tekanan di panggung terbesar. Meski tidak ada wakil Asia di babak ini, strategi dan adaptasi cepat pasangan unggulan pertama bisa menjadi pelajaran berharga bagi petenis ganda Indonesia yang berkiprah di turnamen internasional.
Dengan persaingan yang semakin ketat, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Patten dan Heliovaara mempertahankan gelar dan menambah koleksi grand slam mereka, atau justru Kovacevic/Kokkinakis akan menjadi kuda hitam yang menghentikan langkah juara bertahan? Semua akan terjawab dalam laga semifinal yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini.



