Flanker Tom Hooper Perpanjang Kontrak di Exeter, Pulang ke Australia pada 2029
Baca dalam 60 detik
- Pemain flanker timnas Australia, Tom Hooper, meneken perpanjangan kontrak bersama Exeter Chiefs hingga 2028, dengan klausul kembali ke Australia pada 2029.
- Kesepakatan ini memastikan Hooper bergabung dengan Queensland Reds pada musim Super Rugby Pacific 2029, sekaligus mengamankan masa depannya di rugby Australia pasca-Piala Dunia.
- Langkah Hooper menjadi sinyal positif bagi Rugby Australia dalam mempertahankan talenta diaspora, meski ia tetap membela Exeter dalam dua musim ke depan.

Tom Hooper, pemain flanker andalan tim nasional Australia, memastikan masa depannya di Exeter Chiefs dengan menandatangani perpanjangan kontrak hingga musim panas 2028, namun dengan satu kepastian: ia akan kembali ke Australia pada 2029 untuk bergabung bersama Queensland Reds.
Kesepakatan ini menjadi langkah strategis bagi Hooper yang baru menjalani musim perdananya di Inggris. Pemain berusia 25 tahun itu membantu Exeter mencapai final Premiership setelah finis ketiga di klasemen liga, serta membawa timnya ke semifinal European Challenge Cup. Meski kontrak sebelumnya baru akan berakhir pada 2027, Hooper memilih untuk memperpanjang masa baktinya di Sandy Park sebelum akhirnya pulang kampung.
โSaya sangat senang masa depan jangka panjang saya kini aman, dengan rencana kembali ke Australia dalam waktu yang tidak terlalu lama,โ ujar Hooper dalam pernyataan resmi. โSaya menikmati waktu saya di Exeter dan fokus untuk terus mengembangkan permainan di sini, sebelum pulang dan bergabung dengan Queensland.โ
Hooper pindah ke Exeter dari ACT Brumbies setelah Kejuaraan Rugby musim panas lalu, bersama rekan senegaranya Len Ikitau. Namun, berbeda dengan Ikitau yang memilih pulang lebih awal untuk persiapan Piala Dunia, Hooper justru memperpanjang masa tinggalnya di Eropa. Keputusan ini menunjukkan kepercayaan dirinya untuk tetap dipanggil ke timnas Australia meski bermain di luar negeriโsekaligus menjadi jaminan bahwa ia akan kembali bermain di kompetisi domestik Australia setelah Piala Dunia 2027.
Direktur Performa Tinggi Rugby Australia, Peter Horne, menyambut baik keputusan Hooper. โKembalinya Tom ke rugby Australia adalah sebuah kemenangan bagi para pendukung olahraga ini di negara kami. Ia adalah pemain yang bekerja keras dan telah menunjukkan dampaknya di level tertinggi,โ kata Horne.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, berita ini mungkin terasa jauh, namun mencerminkan dinamika global olahraga tersebut. Perpindahan pemain bintang antara liga Eropa dan Super Rugby Pacific kerap memengaruhi kekuatan tim nasional, termasuk saat Australia bertanding di turnamen internasional. Keputusan Hooper untuk kembali ke Australia pada 2029 juga bisa menjadi preseden bagi pemain diaspora lainnya yang ingin meniti karier di Eropa tanpa kehilangan kesempatan membela negara asal.
Dengan kontrak baru ini, Hooper dipastikan akan menjadi pilar Exeter dalam dua musim ke depan, sekaligus mempersiapkan diri untuk kembali ke panggung Super Rugby Pacific. Pertanyaan besarnya: akankah keputusan ini memperkuat atau justru melemahkan daya saing Wallabies di Piala Dunia 2027? Hanya waktu yang bisa menjawab.



