Wakefield Hancurkan Castleford 48-6, Kokoh di Papan Atas Super League
Baca dalam 60 detik
- Wakefield Trinity mencatat kemenangan telak 48-6 atas Castleford Tigers, memperkuat posisi mereka di tiga besar klasemen Super League.
- Pertahanan Castleford yang rapuh, dengan 44 tekel gagal, menjadi faktor utama kekalahan telak tersebut.
- Kemenangan ini menandai performa impresif Wakefield yang telah memenangkan enam dari tujuh pertandingan terakhir.

Wakefield Trinity menunjukkan dominasi absolut saat membantai Castleford Tigers dengan skor 48-6 dalam lanjutan Super League di Hill Dickinson Stadium, Sabtu (22/6). Kemenangan ini membawa tim asuhan Daryl Powell naik ke peringkat ketiga klasemen dengan 24 poin, sekaligus memperkuat peluang mereka untuk finis di empat besar.
Pertandingan berjalan berat sebelah sejak menit awal. Wakefield langsung tancap gas dan unggul cepat melalui Cameron Scott yang memanfaatkan umpan tendangan Jake Trueman. Dua percobaan Wakefield sempat dianulir, tetapi Tom Johnstone akhirnya mencetak skor kedua pada menit ke-16. Caleb Hamlin-Uele, yang turun dari bangku cadangan, menambah keunggulan setelah menerobos dua tekel lawan.
Statistik menunjukkan betapa buruknya performa Castleford. Mereka tercatat melakukan 44 tekel gagal, sebuah angka yang sangat memalukan di level profesional. Wakefield seolah bisa mencetak angka kapan pun mereka mau. Scott mencetak try keduanya pada menit ke-20, disusul aksi akrobatik Lachlan Walmsley yang merayakan try-nya dengan mengeluarkan kartu Uno dari kaus kakinya.
Babak kedua tidak berbeda. Tyson Smoothy dan Hamlin-Uele kembali menjebol pertahanan Castleford yang kocar-kacir. Johnstone menutup pesta Wakefield dengan try keduanya pada menit ke-65. Josh Rourke kemudian mencetak try kesembilan lewat tendangan Jack Sinfield. Qareqare memang memperkecil kekalahan dengan try ke-10-nya dalam tujuh pertandingan, tetapi itu tak berarti apa-apa.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, dominasi Wakefield ini menarik untuk dicermati. Super League memang belum sepopuler Premier League, tetapi gaya bermain cepat dan fisik yang ditunjukkan Wakefield bisa menjadi tontonan alternatif yang seru. Apalagi dengan performa seperti ini, Wakefield berpotensi menjadi kuda hitam di fase gugur nanti.
Pertanyaan selanjutnya adalah mampukah Wakefield mempertahankan konsistensi ini? Jadwal padat menanti, dan tekanan untuk tetap di empat besar akan semakin besar. Namun, jika mereka terus bermain seperti saat melawan Castleford, bukan tidak mungkin Wakefield akan menjadi ancaman serius bagi tim-tim papan atas lainnya.



