Tammy Beaumont Pensiun dari Timnas Inggris, Ucapkan Salam Perpisahan di Lord's
Baca dalam 60 detik
- Tammy Beaumont, pemukul wanita Inggris, mengakhiri karier internasionalnya setelah 17 tahun dan akan tampil terakhir dalam laga Tes melawan India di Lord's.
- Ia memegang rekor 12 abad ODI untuk Inggris dan menjadi satu dari dua wanita Inggris yang mencetak abad di tiga format.
- Beaumont akan tetap bermain di kompetisi domestik bersama The Blaze dan Birmingham Phoenix.

Tammy Beaumont, salah satu pemukul paling produktif dalam sejarah kriket wanita Inggris, memutuskan untuk menggantung sepatu dari pentas internasional. Keputusan itu diumumkan menjelang laga Tes melawan India yang akan menjadi pertandingan Tes wanita pertama yang digelar di Lord's, markas legendaris kriket Inggris.
Pemain berusia 35 tahun itu memulai debut internasionalnya pada 2009 dan telah mencatatkan 11 pertandingan Tes, 140 One Day International (ODI), serta 109 T20. Selama hampir dua dekade, Beaumont menjadi pilar utama lini depan Inggris dengan torehan 12 abad ODI—rekor terbanyak untuk pemain wanita Inggris. Ia juga termasuk dalam jajaran elit bersama mantan kapten Heather Knight sebagai satu-satunya wanita Inggris yang berhasil mengukir abad di ketiga format internasional.
Dalam pernyataan yang dirilis, Beaumont mengaku bahwa bermain untuk Inggris selama hampir 17 tahun merupakan kehormatan terbesar. Ia juga menyoroti perkembangan kriket wanita di Inggris yang kini semakin diminati. “Ketika saya jatuh cinta dengan kriket sebagai gadis kecil, saya hampir tidak tahu bahwa bermain untuk Inggris adalah sebuah pilihan. Sungguh membahagiakan melihat betapa banyak anak perempuan dan laki-laki yang terinspirasi, terutama musim panas ini, dan sejauh mana olahraga ini telah berkembang di negara kami,” ujarnya.
Beaumont menegaskan bahwa momen pensiun di Lord's terasa sempurna. “Kami selalu ingin membawa topi (cap) ke depan untuk generasi berikutnya, dan sekarang saatnya saya menyerahkan hak istimewa itu kepada generasi pemain Inggris selanjutnya. Pertandingan Tes di Lord's ini—Tes wanita pertama kami di Lord's—terasa seperti momen yang pas untuk mengakhiri karier yang tidak pernah saya bayangkan akan seistimewa ini,” tambahnya.
Meski pensiun dari kancah internasional, Beaumont memastikan akan terus bermain di kompetisi domestik. Saat ini ia memperkuat The Blaze di Kejuaraan Kabupaten dan Birmingham Phoenix di The Hundred. Keputusan ini membuka peluang bagi pemain muda Inggris untuk mengisi posisi yang ditinggalkan, terutama menjelang seri Tes melawan India yang dinantikan.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, pensiunnya Beaumont menandai berakhirnya era seorang atlet yang konsisten dan menjadi panutan. Perjalanan kariernya bisa menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda di Tanah Air yang bercita-cita menembus level internasional. Pertanyaannya, siapa yang akan meneruskan warisan Beaumont sebagai ujung tombak batting Inggris?



