Nathan Cleary Patahkan Kutukan, NSW Guncang Queensland di Brisbane
Baca dalam 60 detik
- Nathan Cleary mencetak dua percobaan dan 10 poin tendangan untuk membawa New South Wales menang 34-18 di laga penentu State of Origin.
- Kemenangan ini mengakhiri tiga kekalahan beruntun Cleary di partai penentu sekaligus menyelamatkan posisi pelatih Laurie Daley yang kontraknya habis.
- Dua keputusan kontroversial video review ikut mewarnai laga, termasuk percobaan Bradman Best yang dianulir karena knock-on dan percobaan Robert Toia yang dibatalkan akibat offside.

Nathan Cleary akhirnya mematahkan kutukan tiga kekalahan beruntun di partai penentu State of Origin setelah memimpin New South Wales (NSW) membungkam Queensland 34-18 di Suncorp Stadium, Brisbane, Rabu malam. Penampilan brilian sang gelandang serang Kanguru itu tidak hanya mengamankan gelar bagi Blues, tetapi juga menyelamatkan karier pelatih Laurie Daley yang kontraknya habis begitu seri usai.
Cleary, yang sebelumnya selalu kalah dalam tiga final seri, tampil seperti pemain berbeda. Ia mencetak dua percobaan dan menambahkan 10 poin melalui tendangan, termasuk penalti kritis di menit akhir yang memastikan kemenangan. Ketenangannya di bawah tekanan menjadi pembeda, terutama saat Queensland gagal mengeksekusi ketiga tendangan percobaan mereka. "Kami diremehkan, tapi kami bersatu sebagai tim, dan saya sangat bangga," ujar Cleary kepada Sky Sports usai laga.
Kemenangan ini menjadi penebusan bagi Daley yang menuai kritik tajam atas pemilihan pemainnya setelah kekalahan 44-24 di Melbourne tiga pekan lalu. Pelatih berusia 51 tahun itu melakukan banyak perubahan di susunan pemain, termasuk memanggil kembali Liam Martin yang absen di dua laga awal. Namun, faktor penentu tetaplah Cleary yang membuka skor setelah tekanan panjang NSW, memanfaatkan kesalahan Jojo Fifita yang menjatuhkan tendangan Cleary.
Babak pertama menjadi milik Cleary. Setelah membuka skor, ia kembali mencetak percobaan keduanya setelah menerima umpan satu tangan dari Mark Nawaqanitawase yang menerobos pertahanan. Cameron Murray kemudian menambah keunggulan menjadi 18-0 setelah Cleary merebut bola dari Selwyn Cobbo. Namun, Queensland bangkit melalui Hamiso Tabuai-Fidow yang mencetak percobaan ke-14 dalam 13 penampilan Origin, sementara full-back NSW James Tedesco harus keluar karena cedera kepala setelah bertabrakan dengan Briton Nikora.
Memasuki babak kedua, Reece Walsh yang tampil kurang meyakinkan bersama Brisbane Broncos musim ini dimasukkan dan langsung berkontribusi. Cobbo memanfaatkan pantulan tendangan grubber-nya sendiri untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 18-8. Namun, momentum Queensland terhenti setelah Bradman Best menerobos dari satu ujung lapangan ke ujung lain untuk mencetak percobaan yang kontroversial. Replay televisi menunjukkan Jack Bostock tampak menjatuhkan bola saat melompat, tetapi wasit tetap mengesahkan percobaan tersebut.
Queensland masih punya peluang saat Jojo Fifita mencetak percobaan di sudut lapangan. Namun, pukulan telak datang ketika percobaan Robert Toia dianulir karena Max Plath dinilai offside saat Sam Walker menendang. Plath berada di depan Walker saat tendangan dan dianggap aktif karena berada dekat Toia saat mencetak skor. "Kami tahu itu bukan malam kami," kata kapten Queensland Daly Cherry-Evans seusai laga. Cleary kemudian menambah penalti dan Hudson Young menutup pesta dengan percobaan di menit akhir.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, kemenangan ini menjadi pengingat betapa sengitnya persaingan State of Originโseri terbaik di rugby league. Dengan Cleary yang kini berusia 27 tahun dan masih berada di puncak karier, dominasi NSW mungkin baru dimulai. Pertanyaan besarnya: mampukah Queensland bangkit kembali tahun depan, atau Cleary akan terus menjadi momok bagi Maroons?



