Duel Fury vs Joshua di Wembley: Siap-siap Nonton Sahur Tinju?
Baca dalam 60 detik
- Pertarungan kelas berat Tyson Fury melawan Anthony Joshua berpotensi digelar dini hari di Wembley demi mengakomodasi penonton Amerika Serikat.
- Wali Kota London Sadiq Khan membuka peluang pengecualian jam malam stadion, namun belum ada komunikasi resmi dari promotor.
- Jika terealisasi, laga ini akan mengikuti jejak duel Hatton-Tszyu dan UFC 304 yang juga tayang larut malam untuk pasar AS.

Pertarungan sengit antara dua petinju kelas berat asal Inggris, Tyson Fury dan Anthony Joshua, bisa menjadi tontonan subuh hari bagi penonton di Tanah Air. BBC Sport melaporkan, promotor asal Arab Saudi, Turki Alalshikh, menginginkan laga yang dijadwalkan pada Oktober atau November 2025 itu digelar di Stadion Wembley, London, namun dengan waktu mulai yang sangat larutโmungkin hingga pukul 04.00 GMTโagar sesuai dengan jam tayang utama di Amerika Serikat.
Wacana ini memicu perdebatan soal kelayakan teknis dan perizinan. Wembley biasanya memiliki jam malam pukul 23.00. Namun, sumber di lingkungan Wali Kota London, Sir Sadiq Khan, menyebut ide tersebut "bisa dilakukan" asalkan ada permohonan resmi. Keputusan akhir berada di tangan Brent Council selaku otoritas setempat, yang akan mempertimbangkan rekomendasi dari kelompok penasihat keamanan stadion.
Alalshikh sendiri blak-blakan: "Kami ingin pertarungan ini di Inggris, tetapi kami juga ingin mengakomodasi zona waktu seluruh dunia, terutama Amerika. Jika mereka mengizinkan Wembley larut malam, kami akan lakukan di sini." Ucapan ini menegaskan bahwa keputusan lokasi sepenuhnya bergantung pada fleksibilitas regulasi setempat.
Bukan kali pertama Inggris menggelar olahraga tarung pada dini hari demi pasar AS. Ricky Hatton vs Kostya Tszyu (2005) dan Joe Calzaghe vs Jeff Lacy (2006) di Manchester Arena dimulai pukul 02.00. Lebih baru lagi, UFC 304 di Manchester (Juli 2024) baru memulai main card pukul 01.00 BST. Pola ini menunjukkan bahwa kepentingan televisi global sering kali mengalahkan kenyamanan penonton lokal.
Bagi penggemar tinju di Indonesia, duel Fury-Joshua adalah salah satu laga yang paling dinanti dalam satu dekade terakhir. Keduanya sama-sama pernah menjadi juara dunia kelas berat dua kali. Jika pertandingan benar-benar digelar pukul 04.00 GMT (sekitar pukul 11.00 WIB), penonton Indonesia justru diuntungkan karena bisa menonton di siang hari. Namun, jika jadwal bergeser ke pukul 02.00 GMT (09.00 WIB), tetap nyaman ditonton.
Promotor Eddie Hearn, yang mewakili Joshua, sebelumnya membantah spekulasi bahwa laga bisa dipindahkan ke Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa kontrak yang sudah ditandatangani semua pihak menyebutkan pertarungan harus berlangsung di Inggris. Namun, pernyataan Alalshikh yang terus mendorong fleksibilitas waktu menimbulkan tanda tanya: apakah otoritas London akan memberikan izin pengecualian jam malam? Atau justru laga batal digelar di Wembley dan pindah ke tempat lain?
Keputusan akhir ada di tangan Brent Council dan Wali Kota London. Jika izin diberikan, Fury vs Joshua akan menjadi salah satu momen bersejarah tinju Inggris yang digelar di luar jam normal. Jika tidak, bukan tidak mungkin Alalshikh akan membawa pertarungan ini ke Arab Saudi atau lokasi lain yang lebih longgar aturannya. Yang jelas, penggemar tinju di seluruh dunia, termasuk Indonesia, harus bersiap untuk jadwal nonton yang tidak biasa.



