Terminal Baru Singapore Cruise Centre Resmi Beroperasi, Adopsi Sistem Bandara
Baca dalam 60 detik
- Singapore Cruise Centre di HarbourFront mulai beroperasi 7 Juli dengan layanan feri dan kapal pesiar, menggantikan terminal lama yang berjarak 70 meter.
- Terminal baru mengadopsi sistem check-in ala bandara: 25 kios layanan mandiri, pengecekan imigrasi biometrik, dan 6 gerbang boarding otomatis.
- Pemerintah Singapura tengah mengkaji terminal terpadu baru di Marina Bay, yang berpotensi menggantikan fasilitas ini dalam jangka panjang.

Singapura resmi mengoperasikan terminal feri dan kapal pesiar baru di HarbourFront mulai Selasa (7/7), menghadirkan pengalaman check-in ala bandara yang belum pernah ada sebelumnya di pelabuhan negara tersebut. Dengan 25 kios layanan mandiri, gerbang boarding otomatis, dan sistem imigrasi biometrik, terminal ini dirancang untuk mempercepat arus penumpang yang selama ini harus mengantre di konter operator.
Batam Fast Ferry menjadi operator pertama yang pindah ke terminal anyar beralamat di 5 HarbourFront Avenue itu pada 7 Juli. Disusul Horizon Fast Ferry, Majestic Fast Ferry, Sindo Ferry, dan Indo Falcon Shipping & Travel pada 15 Juli, bersamaan dengan operasi kapal pesiar. Meski lokasi berubah, rute, jadwal, dan dermaga yang digunakan tetap sama.
Bangunan merah setinggi dua lantai itu terletak sekitar 70 meter dari terminal lama di HarbourFront Centre, tepat di seberang pintu masuk kondominium Reef at King's Dock dan di belakang HarbourFront Tower 2. Penumpang bisa mengaksesnya melalui Stasiun MRT HarbourFront pintu keluar B, dengan jalur pejalan kaki beratap yang terhubung ke stasiun dan pusat perbelanjaan VivoCity. Manajemen terminal mendorong penggunaan transportasi umum karena lahan parkir terbatas.
Perubahan paling signifikan terletak pada proses check-in. Penumpang yang sebelumnya harus mengambil boarding pass di konter operator meski sudah membeli tiket online, kini bisa mencetak sendiri di kios. Operator tetap menyediakan konter manual bagi yang membutuhkan bantuan. Barang berukuran khusus seperti sepeda akan ditangani di area terpisah. Setelah check-in, penumpang naik ke lantai dua untuk pemeriksaan imigrasi sebelum keberangkatan.
Sistem imigrasi biometrik memungkinkan warga negara Singapura dan pemegang izin tinggal tetap melewati imigrasi tanpa menunjukkan paspor. Cukup pemindaian wajah, mereka bisa melintas. Terminal juga menyediakan ruang laktasi, ruang salat, lift kursi roda, dan titik pengisian kendaraan listrik. Pilihan makanan dan minuman tersedia di kedua lantai, termasuk Old Chang Kee, 7-Eleven, dan Subway. CEO Singapore Cruise Centre Jacqueline Tan menjelaskan, "Kami tidak memiliki restoran tujuan karena tidak sesuai profil. Yang kami sediakan lebih ke makanan grab-and-go."
Di sisi kedatangan, aula yang lebih modern dan luas memiliki 32 jalur imigrasi otomatis, termasuk delapan jalur bantuan khusus dan jalur khusus warga negara, penduduk tetap, serta pemegang izin jangka panjang. Setelah imigrasi, penumpang dapat mengambil bagasi, termasuk barang berukuran khusus, di area yang ditentukan sebelum keluar terminal.
Dalam jangka panjang, masa depan terminal ini masih belum pasti. Pada Mei lalu, Menteri Perhubungan Grace Fu mengungkapkan pemerintah sedang mengkaji pembangunan terminal kapal pesiar dan feri terpadu baru di dekat Marina Bay Cruise Centre, sebagai bagian dari pengembangan Greater Southern Waterfront. Ditanya apakah terminal HarbourFront akan tetap beroperasi jika fasilitas baru jadi dibangun, Tan menjawab, "Terminal ini kemungkinan akan digantikan. Tapi kami akan beroperasi di sini selama diperlukan." Pertanyaannya, seberapa cepat realisasi terminal baru itu, dan apakah investasi besar di HarbourFront akan terbayar sebelum masa transisi tiba?



