Dari Panggung Musik ke Ruang Keluarga: Victoria Beckham Siap Garap Lini Perabot Rumah
Baca dalam 60 detik
- Merek fesyen milik Victoria Beckham dikabarkan mengajukan pendaftaran merek dagang untuk produk perabot rumah tangga, menandai diversifikasi bisnis baru.
- Langkah ini diambil setelah label fesyennya berhasil membalikkan kerugian puluhan juta poundsterling dan mencapai profitabilitas pada 2022.
- Ekspansi ritel ke New York dan Miami menjadi prioritas selagi Victoria membangun warisan merek yang lebih luas dari sekadar pakaian.

Victoria Beckham, desainer sekaligus mantan personel Spice Girls, dikabarkan tengah mempersiapkan ekspansi besar-besaran dengan merambah lini perabot rumah tangga. Langkah ini menjadi babak baru dalam perjalanan bisnisnya yang telah bertransformasi dari penyanyi menjadi ikon fesyen global.
Menurut laporan yang beredar, Victoria telah mengajukan permohonan pendaftaran merek dagang yang mencakup berbagai produk rumah tangga, mulai dari peralatan makan, furnitur, hingga aksesori dekoratif. Koleksi yang direncanakan meliputi perak, mangkuk, pisau, garpu, sendok, gelas, cangkir, pengiris sayuran, tudung kue, vas bunga, pot tanaman, hingga bantal dan kursi. Diversifikasi ini menunjukkan ambisi Victoria untuk membangun imperium gaya hidup yang lebih holistik.
Keputusan tersebut muncul setelah label fesyen yang didirikannya pada 2008 berhasil mencatatkan pendapatan lebih dari ยฃ100 juta. Bisnis yang sempat terpuruk dengan utang mencapai ยฃ53,9 juta itu akhirnya mencatatkan profitabilitas pada 2022 setelah peragaan di Paris Fashion Week. Kini, Victoria menyebut bahwa perusahaannya telah memasuki fase pertumbuhan. "Saya sedang membangun merek warisan. Masih ada kategori yang belum saya masuki, dan kami melihat peluang besar. Setelah sekian lama memperbaiki, sekarang waktunya bertumbuh. Saya ingin membangun rumah," ujarnya dalam wawancara dengan Financial Times.
Ekspansi ini juga sejalan dengan rencana Victoria untuk memperkuat kehadiran ritel fisik. Setelah sukses dengan gerai di London, ia berencana membuka toko di New York dan Miami. "Sampai saya membuka toko di New York dan Miami, saya hanya mengandalkan penjualan daring. Saya ingin bisa mengendalikan pengalaman pelanggan sejak mereka masuk ke toko," jelasnya. Langkah ini menandai pergeseran strategi dari ketergantungan pada platform digital menuju pengalaman belanja langsung yang lebih personal.
Di tengah kesibukan bisnis, Victoria juga menegaskan bahwa karier musiknya telah usai. Meski spekulasi reuni Spice Girls terus bergulir, ia memilih fokus pada dunia fesyen dan kecantikan. Bakat bermusik, menurutnya, kini diwarisi oleh putra bungsunya, Cruz Beckham, yang mulai merintis karier sebagai musisi. "Musik adalah bagian besar dari hidup saya, tetapi saya telah menyerahkan tongkat estafet kepada Cruz. Dia sangat berbakat," kata Victoria.
Dalam wawancara yang sama, Victoria juga menyoroti peran suaminya, David Beckham, dalam perjalanan bisnisnya. Meski dikenal sebagai legenda sepak bola, David dinilai memiliki ketajaman bisnis yang luar biasa. "Orang tidak menyadari bahwa David sangat cerdas. Dia memiliki banyak bisnis, dan saya selalu meminta sarannya, terutama dalam hal bisnis, bukan soal pakaian," ungkap Victoria. Dukungan timbal balik menjadi kunci pernikahan mereka selama lebih dari dua dekade.
Bagi pengamat industri, langkah Victoria Beckham masuk ke segmen homeware bukan sekadar diversifikasi biasa. Di tengah persaingan ketat merek fesyen yang melebarkan sayap ke gaya hidup, keputusan ini bisa menjadi batu loncatan untuk membangun ekosistem merek yang lebih utuh. Pertanyaannya, mampukah Victoria mengulang kesuksesan yang sama seperti yang ia raih di dunia fesyen? Atau justru persaingan dengan pemain mapan seperti Ralph Lauren dan Armani Casa akan menjadi tantangan baru? Waktu yang akan menjawab.



