Liza Wang, 78, Rencanakan Pensiun Bertahap: 'Ingatan Saya Tak Setajam Dulu'
Baca dalam 60 detik
- Legenda hiburan Hong Kong, Liza Wang, mengumumkan rencana pensiun bertahap dalam 4-5 tahun ke depan, dengan alasan kondisi fisik dan penurunan daya ingat.
- Ia akan lebih selektif memilih proyek, hanya menerima pekerjaan yang mampu ia kerjakan dengan baik, demi keadilan bagi penonton dan dirinya sendiri.
- Meski pensiun, Wang berencana beralih menjadi kreator konten untuk berbagi pengalaman, sekaligus melanjutkan aktivitas filantropinya di bidang kanker.

Setelah lebih dari lima dekade berkarier di industri hiburan, aktris dan penyanyi Hong Kong, Liza Wang, akhirnya membuka rencana pensiunnya. Dalam wawancara terbaru dengan media setempat, perempuan 78 tahun itu mengakui daya ingatnya mulai menurun, sebuah pengakuan yang jarang disampaikan publik figur sekaliber dirinya.
Wang, yang dikenal sebagai salah satu ikon televisi Hong Kong sejak era 1970-an, menegaskan bahwa yang paling sulit ia terima bukanlah proses penuaan itu sendiri, melainkan kesadaran bahwa ia tak lagi mampu tampil sempurna seperti dulu. "Saya selalu menuntut standar tinggi pada diri sendiri. Jika tidak bisa memberikan yang terbaik, itu tidak adil bagi penonton dan juga bagi saya," ujarnya, seperti dikutip Dimsum Daily.
Konsekuensinya, ia akan lebih selektif dalam memilih proyek. Wang hanya akan menerima tawaran yang ia yakini mampu ia kerjakan dengan baik dan nyaman. Keputusan ini diambil setelah sebelumnya, pada Juni lalu, ia mengumumkan rencana mengurangi beban kerja secara bertahap dalam empat hingga lima tahun ke depan, bergantung pada kondisi fisiknya.
Keputusan pensiun ini tidak diambil sendirian. Suaminya, Law Kar Ying, yang juga seorang aktor dan penyanyi opera, mendukung penuh langkah tersebut. Pasangan yang telah menikah 17 tahun itu sepakat bahwa lebih bijak untuk mundur perlahan selagi masih sehat, daripada menunggu sampai benar-benar tidak mampu tampil. "Kami ingin menikmati masa tua dengan kualitas hidup yang baik, bukan sekadar bertahan," kata Wang.
Namun, pensiun bukan berarti Wang akan sepenuhnya menghilang dari sorotan publik. Ia telah mengungkapkan minatnya untuk menjadi kreator konten atau influencer. Dengan segudang pengalaman selama puluhan tahun di industri hiburan, Wang merasa ia memiliki banyak cerita dan anekdot yang bisa dibagikan. "Saya bisa bercerita berjam-jam tentang perjalanan karier saya. Mungkin itu cara baru untuk tetap terhubung dengan penggemar," katanya.
Kiprah Wang di industri hiburan tidak hanya diwarnai kesuksesan, tetapi juga perjuangan melawan penyakit. Ia adalah penyintas kanker dua kali, yaitu kanker tiroid pada 1985 dan kanker payudara pada 2002. Pengalaman pahit itu justru menginspirasinya untuk aktif dalam berbagai kegiatan amal. Saat ini, ia menjabat sebagai anggota komite eksekutif Hong Kong Anti-Cancer Society dan terlibat dalam berbagai inisiatif penggalangan dana untuk pasien kanker.
Keputusan Wang untuk pensiun secara bertahap mencerminkan tren yang semakin umum di kalangan artis senior Asia. Banyak yang memilih untuk mengurangi aktivitas secara perlahan daripada berhenti total, sebagai cara untuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Di Indonesia, fenomena serupa juga terlihat, di mana beberapa penyanyi dan aktor senior mulai mengurangi jadwal manggung atau syuting, meski belum ada yang secara eksplisit menyebut pensiun.
Bagi penggemar Liza Wang di Indonesia, kabar ini mungkin mengecewakan, tetapi juga bisa dimaklumi. Wang telah memberikan kontribusi besar bagi industri hiburan Asia, dan keputusannya untuk mundur dengan anggun adalah bentuk penghormatan terhadap penontonnya. Pertanyaannya, apakah langkah Wang ini akan diikuti oleh artis senior lainnya di kawasan ini? Atau justru membuka peluang bagi generasi baru untuk tampil?



