Sylvester Stallone di Usia 80: Dari Petinju Legendaris Menjadi Pelukis yang Tekun
Baca dalam 60 detik
- Aktor Sylvester Stallone kini lebih fokus pada seni lukis, dengan studio pribadi di rumahnya di Palm Beach.
- Stallone telah melukis sejak usia 11 tahun, namun baru menggelar pameran tunggal pertamanya pada Januari lalu.
- Koleksi seni pribadinya mencakup karya Rodin, Bourdelle, dan Delvaux, menunjukkan kecintaannya pada seni klasik.

Sylvester Stallone, aktor yang identik dengan karakter petinju Rocky Balboa, kini memilih jalur berbeda di usia senjanya. Di usianya yang ke-80, bintang Hollywood ini justru lebih banyak menghabiskan waktu di depan kanvas ketimbang di lokasi syuting. Menurut sumber terdekat, Stallone telah menjadi seorang yang sepenuhnya berkonsentrasi pada seni.
Stallone memiliki studio megah yang dibangun di kediamannya di Palm Beach, Florida. Di sanalah ia menuangkan ide-ide karakternya ke dalam sketsa sebelum akhirnya divisualisasikan di atas kanvas. Aktivitas melukis, menurut sumber yang sama, sudah menjadi bagian hidupnya sejak ia berusia 11 tahun. Bahkan, pameran retrospektif pertamanya digelar pada Januari lalu di Art Palm Beach, menandai debut publik setelah enam dekade berkarya secara privat.
Yang menarik, Stallone sengaja memisahkan dunia seni dari citra publiknya sebagai aktor laga. Tidak ada strategi pemasaran, lisensi, atau konten media sosial yang mendompleng nama besarnya. โHanya karya, secara pribadi, selama enam puluh tahun,โ demikian bunyi pernyataan penyelenggara pameran kala itu. Sikap ini kontras dengan tren selebritas yang kerap mengkomersialkan hobi mereka.
Di Indonesia, fenomena seniman yang juga publik figur bukanlah hal baru. Namun, dedikasi Stallone pada seni lukis selama puluhan tahun tanpa sorotan media patut menjadi catatan. Banyak artis Tanah Air yang juga menekuni seni rupa, namun jarang yang mampu mempertahankan konsistensi seperti Stallone. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia bahwa seni bukan sekadar hobi, melainkan panggilan jiwa yang membutuhkan ketekunan.
Dalam wawancara dengan majalah Interview pada 2015, Stallone mengungkapkan kecintaannya pada museum. โSaya akan tinggal di museum jika bisa,โ ujarnya. Ia juga mengaku lebih mengagumi seniman-seniman abad ke-19, terutama aliran Romantik. Koleksi patungnya mencakup karya Barye, Menes, Rodin, Bourdelle, dan Delvaux. Stallone juga mengoleksi karya Botero dan Robert Graham. Ketertarikannya pada seni klasik menunjukkan bahwa di balik citra tangguhnya, ia memiliki jiwa yang sensitif dan apresiatif terhadap keindahan.
Meski kini lebih fokus pada seni, Stallone belum sepenuhnya meninggalkan dunia akting. Sumber lain menyebutkan ia masih bermain golf dan sesekali menerima peran. Namun, jelas bahwa prioritasnya telah bergeser. Pertanyaan besarnya: akankah Stallone menggelar pameran di luar Amerika Serikat, misalnya di Asia? Jika ya, Indonesia bisa menjadi salah satu tujuan potensial mengingat besarnya basis penggemar film Rocky dan Rambo di sini. Atau, mungkinkah ia akan membuka galeri seperti yang pernah ia impikan? Hanya waktu yang bisa menjawab.



