Antonelli di Puncak, Mimpi Podium Pembalap Tuan Rumah Terancam di Silverstone
Baca dalam 60 detik
- Kimi Antonelli merebut pole position GP Inggris, mengungguli Lewis Hamilton dan Charles Leclerc, dengan catatan waktu 0,370 detik lebih cepat dari rekan setimnya George Russell.
- Lewis Hamilton mengakui kecepatan mobil Mercedes milik Antonelli sulit dikejar, setelah kalah di sprint race dan kesulitan dengan keseimbangan mobilnya.
- McLaren dan Lando Norris mengakui ketertinggalan performa, dengan rencana upgrade besar pada GP Hungaria untuk mengejar ketertinggalan pengembangan.

Lebih dari 180.000 penonton diperkirakan memadati Sirkuit Silverstone pada GP Inggris akhir pekan ini, namun harapan akan kemenangan pembalap tuan rumah—Lewis Hamilton, George Russell, atau Lando Norris—kini diuji oleh dominasi Kimi Antonelli yang start dari posisi terdepan.
Pembalap Mercedes asal Italia itu menunjukkan performa superior sepanjang akhir pekan, merebut pole position dengan keunggulan signifikan atas rekan setimnya, George Russell, yang tertinggal 0,370 detik. Antonelli juga memenangi sprint race pada Sabtu dengan melewati Hamilton di Hangar Straight, menegaskan kecepatan mobilnya yang sulit ditandingi.
Lewis Hamilton, yang telah sembilan kali menang di Silverstone, tidak menyembunyikan kekhawatirannya. “Saya tidak ingin pesimis, tapi mobil Mercedes jelas lebih cepat. Jika kami tidak bisa mendahuluinya di lap pertama, dia akan menghilang di depan,” ujar Hamilton, yang start dari posisi ketiga bersama Charles Leclerc di baris kedua. Hamilton juga mengakui kesulitan dengan pengereman dan keseimbangan mobilnya, berbeda dengan performa impresifnya sehari sebelumnya.
Bagi Antonelli, ini adalah pole pertamanya dalam tiga balapan sejak kemenangan dominan di Monako. “Akhir pekan ini spesial, hampir seperti Monza. Dukungan penonton luar biasa, terutama untuk Lewis. Tapi energi positif itu membuat akhir pekan semakin istimewa,” kata Antonelli. Ia juga mencatat bahwa lebih dari setengah juta orang diperkirakan hadir sepanjang akhir pekan.
Sementara itu, Lando Norris dan McLaren justru mengalami kesulitan terbesar musim ini. Norris, yang tahun lalu menang di Silverstone, hanya mampu start di posisi keenam. “Kami lambat di lintasan lurus, kurang downforce, dan drag terlalu besar. Sirkuit ini mengekspos kelemahan kami,” keluh Norris. Kepala tim Andrea Stella mengakui bahwa McLaren tertinggal 0,3-0,4 detik per lap dan kehilangan performa lebih besar dalam kondisi angin kencang. “Kami akan mulai melihat akselerasi daya saing di GP Hungaria,” janji Stella, seraya menambahkan bahwa keterlambatan pengembangan akibat fokus mempertahankan gelar juara dunia musim lalu.
Bagi penggemar Formula 1 di Indonesia, dominasi Antonelli dan kesulitan pembalap tuan rumah menjadi tontonan menarik. Dengan sirkuit Silverstone yang mengandalkan kecepatan tinggi dan efisiensi aerodinamis, persaingan antara Mercedes, Ferrari, dan McLaren memberikan gambaran tentang peta kekuatan jelang paruh kedua musim. Apakah Hamilton mampu memperpanjang rekor kemenangan kandangnya menjadi sepuluh, atau justru Antonelli yang akan “menghilang” meninggalkan para rival? Jawabannya akan terlihat pada putaran pertama balapan Minggu nanti.



