Pogba Putus Kontrak dengan Monaco: Cedera Hamstring dan Spekulasi MLS Menghantui
Baca dalam 60 detik
- Gelandang asal Prancis, Paul Pogba, resmi berpisah dengan AS Monaco setelah kontraknya diakhiri lebih awal, hanya satu musim setelah bergabung.
- Pemain berusia 33 tahun itu hanya tampil enam kali di semua kompetisi, dan kini dikaitkan dengan klub-klub Major League Soccer (MLS) seperti Inter Miami dan DC United.
- Cedera hamstring yang diderita dalam kamp pelatihan pramusim di Inggris berpotensi menunda kepindahannya ke klub baru.

Gelandang veteran asal Prancis, Paul Pogba, resmi meninggalkan AS Monaco setelah kontraknya diputus lebih awal, hanya berselang satu musim sejak bergabung pada Juni 2025. Keputusan ini diumumkan langsung oleh klub Ligue 1 tersebut, yang menyebut target yang disepakati bersama hanya tercapai sebagian.
Pogba, yang merupakan bagian dari skuad juara dunia 2018, sejatinya masih terikat kontrak hingga Juni 2027. Namun, Monaco memilih mengakhiri kerja sama lebih cepat. Dalam pernyataan resmi, klub asal Kerajaan Monako itu menggarisbawahi bahwa target yang ditetapkan kedua belah pihak hanya "tercapai sebagian"โsebuah pengakuan halus atas performa yang jauh dari ekspektasi.
Sepanjang musim lalu, pemain berusia 33 tahun itu hanya tampil dalam enam pertandingan, lima di antaranya sebagai pemain pengganti. Angka ini menjadi cermin betapa sulitnya Pogba menemukan kembali ritme permainan terbaiknya setelah menjalani hukuman larangan bermain akibat kasus doping yang menimpanya saat masih berseragam Juventus.
Kembalinya Pogba ke lapangan hijau sebenarnya sempat menjadi sorotan. Setelah melalui proses banding, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) memangkas masa hukuman dari empat tahun menjadi 18 bulan, sehingga ia resmi diizinkan bermain kembali pada Maret 2025. Namun, perjalanan kariernya di Monaco justru diwarnai cedera dan minim menit bermain.
Kabar terbaru menyebutkan, Pogba kini menarik minat sejumlah klub Major League Soccer (MLS). Nama-nama seperti DC United dan Inter Miami sempat dikaitkan dengannya. Namun, cedera hamstring yang dideritanya dalam kamp pelatihan pramusim di Inggris pekan lalu berpotensi menunda proses kepindahan tersebut.
Direktur Utama Monaco, Thiago Scuro, dalam pernyataannya menegaskan bahwa sejak awal proyek ini memang penuh tantangan. "Ketika ia bergabung, kami menjelaskan bahwa ini adalah tantangan besar, berani, dan ambisius," ujarnya. Scuro juga menekankan bahwa hasil akhir yang kurang memuaskan tidak boleh menutupi antusiasme yang menyelimuti kembalinya Pogba ke sepak bola profesional.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus Pogba menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana sebuah klub menangani pemain bintang yang sedang dalam masa pemulihan. Di tengah gencarnya kabar naturalisasi pemain untuk Timnas Indonesia, kisah Pogba mengingatkan bahwa adaptasi dan kebugaran fisik adalah faktor krusial yang sering kali menentukan sukses tidaknya seorang pemain di klub baru.
Ke depan, pertanyaan terbesar adalah: akankah Pogba memilih melanjutkan karier di Amerika Serikat, atau justru kembali ke Eropa untuk membuktikan diri? Dengan usia yang tak lagi muda, setiap keputusan yang diambilnya akan menjadi penentu bagi babak akhir karier seorang gelandang yang pernah menjadi salah satu yang terbaik di dunia.



