Leclerc Akhiri Puasa Kemenangan Dua Tahun di GP Inggris yang Penuh Drama
Baca dalam 60 detik
- Charles Leclerc memenangi GP Inggris setelah hampir dua tahun tanpa kemenangan, memanfaatkan insiden yang menimpa rival-rivalnya.
- Kimi Antonelli kehilangan peluang besar akibat masalah suspensi, sementara Max Verstappen crash saat mengejar posisi kedua.
- Hasil ini memangkas jarak Antonelli dengan Russell di klasemen menjadi 25 poin, memperketat persaingan gelar juara.

Charles Leclerc akhirnya memutus puasa kemenangan yang berlangsung hampir dua tahun setelah tampil gemilang di Grand Prix Inggris yang berlangsung kacau di Silverstone, Minggu (14/7). Pebalap asal Monako itu memanfaatkan serangkaian insiden dramatis di lap-lap akhir untuk membawa Ferrari meraih kemenangan kedua dalam tiga balapan terakhir musim ini.
Leclerc finis terdepan mengungguli duo Mercedes, George Russell di posisi kedua dan Lewis Hamilton di tempat ketiga. Balapan berakhir dalam kebingungan setelah pengawas lomba memutuskan untuk mengakhiri perlombaan dalam kondisi safety car, menyusul keputusan mendadak yang menuai protes dari sejumlah tim.
Kekacauan dimulai ketika pemimpin klasemen sementara, Kimi Antonelli, mengalami kegagalan suspensi saat tengah mendekati Leclerc untuk merebut posisi terdepan. Pebalap muda Italia itu tampak akan meraih kemenangan ketiganya musim ini, namun mobilnya tiba-tiba kehilangan kendali. Antonelli terpeleset ke posisi bawah sementara radio timnya dipenuhi instruksi panik.
Tak lama berselang, Max Verstappen dari Red Bull mengalami kecelakaan di tikungan Stowe saat menekan Hamilton untuk merebut posisi kedua. Pebalap Belanda itu kehilangan kendali dan keluar lintasan, memicu keluarnya safety car. Momen ini dimanfaatkan Mercedes untuk tidak memanggil Russell masuk pit, sementara pebalap lain mengganti ban baru. Strategi itu mengangkat Russell ke posisi kedua saat balapan dihentikan.
Antonelli akhirnya finis di urutan kesembilan, namun mendapat penalti lima detik karena melanggar batas lintasan saat mobilnya bermasalah. Ia pun turun ke posisi ke-16. Hamilton juga belum aman: ia akan diselidiki karena diduga melanggar aturan bendera kuning.
Hasil ini mengubah peta persaingan gelar juara dunia. Keunggulan Antonelli yang sebelumnya nyaman kini tergerus drastis. Russell, yang tampil konsisten, semakin percaya diri mengejar gelar pertamanya. Sementara itu, Leclerc membuktikan Ferrari masih menjadi ancaman serius di paruh kedua musim.
Bagi penggemar Formula 1 di Indonesia, momen ini mengingatkan pada era kejayaan Ferrari yang sempat meredup. Dengan sirkuit Spa-Francorchamps yang legendaris menanti dalam dua pekan, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Leclerc kembali bersaing secara reguler, ataukah ini hanya kilatan sesaat?



