EA FC 27 Rilis 25 September: Deretan Bintang Muda Bundesliga Raih Kenaikan Rating Signifikan
Baca dalam 60 detik
- EA Sports FC 27 akan dirilis 25 September dengan peningkatan rating besar untuk pemain muda Bundesliga, dipimpin Fisnik Asllani (+14).
- Kenaikan rating mencerminkan performa impresif musim lalu, termasuk kontribusi pemain Asia seperti Kaishu Sano yang menjadi andalan Mainz.
- Peningkatan ini berpotensi menggeser dinamika pasar game dan minat penggemar sepak bola Indonesia terhadap bakat muda Eropa.

Menjelang perilisan EA Sports FC 27 pada 25 September mendatang, publikasi rating terbaru dari pengembang game tersebut menyoroti peningkatan signifikan sejumlah talenta muda Bundesliga. Kenaikan rating ini tidak hanya mencerminkan performa apik mereka di musim 2025/26, tetapi juga menjadi indikator tren perkembangan sepak bola Jerman yang semakin menarik perhatian global, termasuk di Indonesia.
Fisnik Asllani, penyerang Hoffenheim, mencatat lonjakan rating tertinggi dari 65 menjadi 79, atau naik 14 poin. Produktivitasnya yang impresif—10 gol dan 7 assist dalam 33 penampilan liga—menjadi kunci Hoffenheim kembali ke kompetisi Eropa setelah absen setahun. Sementara itu, gelandang muda Bayern Munich, Aleksandar Pavlović, naik dari 73 ke 83 (+10) berkat perannya yang kian matang di lini tengah, termasuk kemitraan solid dengan Joshua Kimmich. Kenaikan ini menegaskan bahwa performa konsisten di liga top Eropa masih menjadi tolok ukur utama dalam penilaian rating.
Fenomena menarik lainnya datang dari Nathaniel Brown, bek sayap Eintracht Frankfurt yang pindah ke Bayern Munich. Ratingnya melonjak 12 poin (69 ke 81) setelah debut bersama timnas Jerman pada Oktober 2025. Brown mencatatkan 4 gol dan 4 assist, menunjukkan bahwa kontribusi ofensif dari lini belakang sangat dihargai dalam metrik EA Sports. Di sisi lain, gelandang Borussia Dortmund, Felix Nmecha, naik 8 poin (77 ke 85) berkat dua gol dan tiga assist dalam 29 penampilan, menegaskan peran vitalnya di bawah asuhan Niko Kovač.
Perhatian khusus layak diberikan pada Kaishu Sano, gelandang bertahan asal Jepang milik Mainz. Ratingnya naik 13 poin (68 ke 81) setelah menjadi pemain yang hampir selalu tampil penuh musim lalu. Kemampuannya memutus serangan lawan dan keluar dari tekanan dianggap tak tertandingi, menjadikannya salah satu gelandang paling andal di Bundesliga. Bagi penggemar sepak bola Asia Tenggara, termasuk Indonesia, kenaikan rating Sano menjadi bukti bahwa pemain Asia mampu bersaing di liga elite Eropa, sekaligus meningkatkan daya tarik mereka di pasar game global.
Selain itu, Ibrahim Maza dari Bayer Leverkusen naik 13 poin (67 ke 80) setelah dinobatkan sebagai Rookie of the Month dua kali. Dengan 3 gol dan 4 assist dalam 28 penampilan, pemain berusia 20 tahun ini dianggap memiliki visi bermain tajam dan kemampuan menembak jarak jauh. Sementara itu, Antonio Nusa dari RB Leipzig dan Can Uzun dari Frankfurt sama-sama naik 6 poin (72 ke 78). Nusa mencatatkan 4 gol dan 3 assist, membantu Leipzig kembali ke Eropa, sedangkan Uzun mencetak 8 gol dan 4 assist meski diganggu cedera.
Kenaikan rating ini tidak hanya sekadar angka dalam game; ia merefleksikan tren nyata sepak bola Jerman yang semakin mengandalkan pemain muda. Bagi Indonesia, fenomena ini relevan karena banyak penggemar yang mengikuti perkembangan bakat Asia di Eropa, seperti Sano, yang bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola muda Tanah Air. Selain itu, dengan popularitas game sepak bola yang tinggi di Indonesia, rating ini juga memengaruhi minat konsumen terhadap EA FC 27, yang berpotensi meningkatkan penjualan di pasar Asia Tenggara.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah para pemain ini mampu mempertahankan performa dan kembali naik rating di musim berikutnya. Jika ya, mereka tidak hanya akan menjadi bintang di dunia maya, tetapi juga di lapangan nyata. Bagi penggemar, ini adalah momen menarik untuk menyaksikan perkembangan karier para pemain muda Bundesliga, yang mungkin saja akan bersinar di pentas internasional.



