Cincinnati Open: Gauff dan Sabalenka Melaju Mulus, Svitolina Mundur karena Cedera
Baca dalam 60 detik
- Coco Gauff dan Aryna Sabalenka memastikan tempat di babak 16 besar Cincinnati Open dengan kemenangan straight set, memperkuat persiapan menuju US Open.
- Elina Svitolina terpaksa mundur akibat cedera pergelangan kaki kanan, memberi keuntungan bagi Wang Xiyu yang melaju tanpa bertanding.
- Sabalenka mencatat kemenangan ke-50 di level WTA 1000 sebagai petenis nomor satu dunia, bergabung dengan Serena Williams dan Iga Swiatek dalam catatan langka.

Cincinnati Open 2025 menyajikan pertarungan sengit di babak ketiga, dengan dua unggulan utama melaju mulus ke babak 16 besar. Coco Gauff, juara bertahan 2023, menundukkan Ann Li 6-1, 7-6 (7-3), sementara Aryna Sabalenka, unggulan teratas, hanya butuh 54 menit untuk mengalahkan Wang Xinyu 6-1, 6-3. Namun, kabar duka datang dari Elina Svitolina yang memutuskan mundur karena cedera pergelangan kaki kanan.
Gauff, yang kini berusia 22 tahun, menunjukkan dominasi di set pertama dengan hanya kehilangan satu game. Ia memenangkan 68 persen poin servis pertama dan bertahan dari dua break point Li di tengah set. Namun, set kedua berjalan lebih alot. Li sempat unggul 5-3 dan berpeluang memaksa set penentu, tetapi Gauff bangkit dan memenangkan tiebreak dengan meyakinkan. Kemenangan ini memperpanjang rekor pertemuan Gauff atas Li menjadi 4-0, sekaligus mengantarkannya ke babak 16 besar untuk keenam kalinya di turnamen WTA 1000 musim ini.
Sementara itu, Sabalenka tampil tanpa ampun. Kemenangan atas Wang Xinyu menjadi yang ke-50 baginya di level WTA 1000 sejak menjadi petenis nomor satu dunia. Catatan ini menempatkannya sejajar dengan Serena Williams (104) dan Iga Swiatek (58) sebagai satu-satunya petenis yang mencapai 50 kemenangan di turnamen 1000 saat menempati peringkat teratas. "Saya tidak bisa mengeluh. Dia lawan tangguh, dan menang straight set dalam waktu kurang dari satu jam adalah hasil yang luar biasa," ujar Sabalenka. "Saya percaya pada diri sendiri dan bermain tanpa berpikir berlebihan. Itu kunci kemenangan malam ini."
Di sisi lain, Svitolina, yang sempat menjalani medical timeout pada laga sebelumnya, akhirnya menyerah pada cedera. Petenis Ukraina itu seharusnya menghadapi Wang Xiyu di babak ketiga, tetapi memilih mundur demi pemulihan. "Saya sudah mencoba yang terbaik untuk pulih, tetapi cedera yang saya alami di Toronto dan diperparah oleh pertandingan kedua membuat saya tidak siap," tuturnya. Dengan mundurnya Svitolina, Wang Xiyu melaju ke babak 16 besar tanpa bertanding dan akan berhadapan dengan Madison Keys.
Bagi pecinta tenis Indonesia, performa Gauff dan Sabalenka menjadi sinyal kuat menjelang US Open yang akan digelar mulai 30 Agustus. Keduanya tampil konsisten dan siap bersaing di turnamen Grand Slam terakhir musim ini. Sementara itu, mundurnya Svitolina mengingatkan pada pentingnya manajemen cedera di tengah padatnya kalender tur. Dengan persaingan yang semakin ketat, pertanyaan besarnya adalah: akankah salah satu dari mereka mampu mengangkat trofi di Flushing Meadows? Atau justru muncul kejutan dari petenis non-unggulan seperti Sara Bejlek yang akan menjadi lawan Sabalenka di babak berikutnya?


