Agen Stones Tawarkan Bek Eks-Manchester City ke Inter, Klub Italia Ogah Tergiur
Baca dalam 60 detik
- John Stones, bek tengah berusia 32 tahun yang baru saja meninggalkan Manchester City setelah satu dekade, kembali ditawarkan ke Inter Milan oleh agennya sebagai pemain bebas transfer.
- Inter tengah fokus mendatangkan Trevoh Chalobah dari Chelsea dengan banderol โฌ30 juta plus bonus, dan tidak tertarik pada Stones meski ia bersedia memotong gaji besar-besaran.
- Tawaran Stones juga sempat dilayangkan ke Napoli dan Juventus, namun klub-klub Serie A enggan memberikan kontrak dua tahun plus opsi perpanjangan yang ia minta.

Agen John Stones kembali melobi Inter Milan untuk merekrut bek tengah asal Inggris itu sebagai pemain bebas transfer, namun klub raksasa Serie A itu tampaknya tidak tergoda. Stones, yang baru genap 32 tahun pada Mei lalu, resmi meninggalkan Manchester City setelah kontraknya tidak diperpanjang, mengakhiri masa baktinya selama satu dekade di Etihad.
Inter saat ini tengah berburu bek baru setelah melepas Stefan de Vrij dan Francesco Acerbi yang kontraknya habis. Kebutuhan akan tambahan pemain belakang menjadi prioritas, terutama setelah mereka terlibat dalam persaingan sengit dengan Como untuk mendapatkan Trevoh Chalobah, bek Chelsea yang juga berstatus pemain timnas Inggris. Chelsea membanderol Chalobah dengan harga โฌ30 juta plus โฌ5 juta dalam bentuk bonus, membuat Inter harus berpikir keras untuk memenuhi permintaan tersebut.
Menurut laporan dari Calciomercato, Tuttomercatoweb, dan FCInterNews, agen Stones telah menghubungi Inter lagi untuk menawarkan klien mereka sebagai alternatif yang lebih murah. Stones, yang memiliki 257 penampilan di Premier League dan 62 laga di Liga Champions, bersedia menerima pemotongan gaji signifikan dari โฌ10 juta per musim yang ia terima di Manchester City. Namun, ia menginginkan kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun, dan klub-klub Italia belum siap memberikan komitmen jangka panjang tersebut.
Selain Inter, Stones juga telah ditawarkan ke Napoli dan Juventus. Namun, ketiga klub tersebut tampaknya enggan memenuhi permintaan kontrak Stones yang dianggap terlalu panjang untuk pemain seusianya. Apalagi, Stones mengalami penurunan performa dalam dua musim terakhir akibat cedera yang kerap mengganggu. Meski pengalamannya di level tertinggi tidak diragukan, klub-klub Italia lebih memilih opsi yang lebih muda dan lebih murah.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Stones ini menarik untuk dicermati. Jika Stones akhirnya bergabung dengan Inter, ia akan menjadi pemain Inggris pertama yang membela Nerazzurri sejak Ashley Cole pada 2014. Namun, dengan sikap Inter yang dingin, Stones mungkin harus mencari klub di luar Italia atau menurunkan tuntutan kontraknya. Sementara itu, persaingan Inter dengan Como untuk mendapatkan Chalobah menunjukkan betapa ketatnya bursa transfer Serie A musim panas ini, yang juga bisa berdampak pada strategi klub-klub Asia termasuk Indonesia dalam merekrut pemain asing.
Ke depan, Stones harus segera menentukan langkah jika ingin tetap bermain di level elite Eropa. Apakah ia akan bertahan di Inggris atau justru mencoba petualangan baru di Italia? Keputusan ini akan menjadi ujian bagi agen Stones untuk meyakinkan klub-klub bahwa pengalaman dan kualitasnya masih layak diinvestasikan.



