Newcastle Bergerak Cepat Amankan Tapsoba, Leverkusen Buka Pintu dengan Banderol Rp750 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United telah membuka negosiasi pribadi dengan Edmond Tapsoba, bek tengah Bayer Leverkusen, di tengah kebutuhan mendesak memperkuat lini pertahanan.
- Leverkusen memberi lampu hijau untuk negosiasi dengan harga awal โฌ50 juta atau sekitar Rp750 miliar, namun pembicaraan baru sebatas dengan pemain.
- Jika transfer ini terwujud, Tapsoba akan menjadi duet ideal dengan Malick Thiaw, menjawab krisis usia dan cedera di sektor bek Newcastle.

Newcastle United tengah berupaya keras memanfaatkan sisa waktu bursa transfer untuk membenahi skuad yang tergerus. Setelah gagal mendatangkan sejumlah target utama, klub asal Tyneside itu kini mengarahkan radar ke bek Bayer Leverkusen, Edmond Tapsoba. Langkah ini diambil di tengah kebutuhan mendesak untuk menemukan pendamping Malick Thiaw di jantung pertahanan.
Menurut laporan media Jerman, Fussball Daten, Newcastle telah memulai pembicaraan dengan Tapsoba soal syarat pribadi. Leverkusen sendiri telah memberi lampu hijau bagi klub mana pun yang ingin memulai negosiasi, dengan patokan harga awal โฌ50 juta atau setara Rp750 miliar. Namun, hingga saat ini, pembicaraan baru berlangsung di level pemain, belum sampai pada kesepakatan antar klub.
Langkah ini menjadi krusial karena Newcastle tengah menghadapi krisis di lini belakang. Fabian Schar dan Dan Burn kini sudah berusia 34 tahun, sementara Sven Botman kembali absen lama akibat cedera musim lalu. Situasi itu membuat Thiaw menjadi satu-satunya bek yang bisa diandalkan secara konsisten. Kehadiran Tapsoba, yang pernah meraih gelar juara Bundesliga tanpa terkalahkan bersama Leverkusen, diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang.
Secara statistik, Tapsoba tampil impresif musim lalu. Dengan tinggi 6 kaki 4 inci, ia memenangi 70 duel udara dan masuk dalam 10 besar bek tengah Bundesliga untuk jumlah dribel sukses. Kemampuannya dalam membangun serangan dari belakang dinilai cocok dengan gaya permainan yang diinginkan pelatih anyar Newcastle, Matthias Jaissle. Namun, persaingan ketat dari klub Premier League lain membuat Newcastle tidak bisa berlama-lama.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Newcastle ini menarik untuk disimak. Selain menunjukkan agresivitas klub kaya di bursa transfer, ini juga menjadi indikator tren klub-klub Eropa yang semakin berani menggelontorkan dana besar untuk pemain bertahan. Di tengah gencarnya pemberitaan soal potensi pemain Indonesia yang merambah Eropa, langkah Newcastle membidik pemain sekelas Tapsoba bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya investasi di sektor pertahanan.
Meski harga yang dipatok terbilang tinggi, Newcastle menilai investasi ini sepadan. Dengan waktu bursa yang semakin sempit, klub berharap bisa segera menyelesaikan kesepakatan sebelum pesaing lain bergerak. Kegagalan mendatangkan James Trafford dan Johan Manzambi yang memilih klub Premier League lain menjadi pelajaran berharga bagi manajemen Newcastle untuk tidak menunda-nunda.
Jika transfer ini tuntas, Tapsoba akan menjadi rekrutan kedua Newcastle setelah Joao Palhinha yang dikabarkan semakin dekat. Kombinasi keduanya diharapkan mampu membawa Newcastle kembali bersaing di papan atas. Namun, pertanyaannya, akankah Newcastle mampu mengamankan tanda tangan Tapsoba di tengah ketatnya persaingan? Ataukah mereka kembali harus merelakan target utama lepas di menit-menit akhir?



