Shearer: Inggris Tak Gentar Hadapi Meksiko di Azteca, Justru Ingin Buktikan Diri
Baca dalam 60 detik
- Legenda Inggris Alan Shearer menilai skuad The Three Lions tidak akan gentar dengan tekanan suara bising dan rekor kandang Meksiko di Stadion Azteca.
- Shearer justru melihat atmosfer dan tantangan di Azteca sebagai panggung pembuktian bagi Inggris untuk menunjukkan kualitas mereka di Piala Dunia.
- Pertandingan babak 16 besar ini menjadi ujian mental dan taktik bagi pelatih Thomas Tuchel dalam meramu komposisi tim terbaiknya.

Legenda sepak bola Inggris, Alan Shearer, menegaskan bahwa Timnas Inggris tidak akan gentar menghadapi tekanan luar biasa saat bertandang ke Stadion Azteca untuk melawan Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Menurutnya, para pemain justru melihat atmosfer panas dan rekor kandang Meksiko yang nyaris sempurna sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan percaya diri, bukan ketakutan.
Shearer, yang akan bertugas sebagai komentator pertandingan, mengakui bahwa Meksiko memiliki keunggulan signifikan: ketinggian Kota Meksiko yang mencapai 2.240 meter di atas permukaan laut, dukungan 80% penonton tuan rumah, serta rekor hanya dua kekalahan dalam 89 pertandingan kompetitif di Azteca sejak 1966. Namun, ia menilai catatan itu tidak membuat Meksiko kebal. "Ketika Anda lihat lawan-lawan yang mereka hadapi, tidak semuanya tim besar. Ini bukan sesuatu yang membuat saya berpikir mereka tak terkalahkan," ujar Shearer, seperti dikutip BBC Sport.
Bagi Shearer, momen seperti inilah yang diimpikan setiap pemain sejak kecil. "Anda berlatih keras seumur hidup untuk bisa bermain di stadion ikonik seperti Azteca, dengan jutaan pasang mata menonton, dan tiket ke perempat final sebagai hadiahnya. Ini bukan beban, ini mimpi yang menjadi nyata," tambahnya. Ia pun mengingatkan bahwa Inggris pernah kalah dramatis dari Argentina di stadion yang sama pada perempat final Piala Dunia 1986.
Namun, Shearer juga menyoroti beberapa keputusan taktis yang harus diambil pelatih Thomas Tuchel. Ia menyarankan agar lini tengah tidak diubah, dengan Declan Rice, Elliot Anderson, dan Jude Bellingham sebagai poros. "Saya bahkan tidak akan mempertimbangkan menempatkan Rice sebagai bek kanan, seperti yang terjadi di laga melawan DR Kongo. Keseimbangan di tengah terlalu berharga," tegasnya. Di sisi sayap, Shearer menilai Anthony Gordon layak menjadi starter setelah penampilannya sebagai pemain pengganti, sementara posisi kanan masih menjadi perdebatan antara Noni Madueke dan Bukayo Saka.
Shearer juga menyoroti potensi gangguan non-teknis yang kerap dialami tim tamu di Meksiko, seperti suara bising knalpot dan kembang api hingga alarm palsu di hotel. "Itu hal biasa, terjadi juga di Premier League. Para pemain harus menerima dan tetap fokus," katanya. Ia optimistis Inggris bisa menang asalkan mampu memainkan pertandingan, bukan larut dalam euforia momen besar.
Di luar laga Inggris, Shearer memuji penampilan Cape Verde yang mampu menahan imbang Spanyol dan memberikan perlawanan sengit kepada Argentina. Namun, ia tetap menjagokan Prancis sebagai tim terkuat dan Kylian Mbappe sebagai calon pencetak gol terbanyak. "Mudah-mudahan Harry Kane bisa menyaingi Mbappe, dimulai dengan beberapa gol ke gawang Meksiko," pungkasnya.
Pertandingan Inggris vs Meksiko di Stadion Azteca akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi The Three Lions di Piala Dunia ini. Mampukah mereka menaklukkan kutukan Azteca dan melaju ke perempat final?



