Bursa Transfer Serie A Memanas: Torino Siap Lepas Gineitis ke Celtic, San Lorenzo Naikkan Harga Gill
Baca dalam 60 detik
- Torino bersedia menjual gelandang Lithuania Gvidas Gineitis ke Celtic dengan banderol โฌ15 juta jika Arne Engels hengkang ke Roma.
- San Lorenzo menaikkan harga kiper Paraguay Orlando Gill di atas โฌ6 juta setelah penampilannya di Piala Dunia 2026.
- Potensi perputaran pemain di Serie A ini bisa mempengaruhi strategi klub-klub Eropa, termasuk ketertarikan klub Indonesia terhadap pemain diaspora.

Pasar transfer Serie A mulai bergerak dengan skenario perputaran pemain di lini tengah. Torino dikabarkan siap melepas gelandang muda asal Lithuania, Gvidas Gineitis, ke Celtic jika klub Skotlandia itu menjual Arne Engels yang menjadi buruan AS Roma. Di sisi lain, San Lorenzo menaikkan harga kiper Paraguay, Orlando Gill, setelah penampilannya yang gemilang di Piala Dunia 2026.
Torino, yang membutuhkan dana segar, melihat Gineitis sebagai aset berharga. Gelandang berusia 22 tahun itu bergabung dengan akademi Torino dari SPAL pada Januari 2022 dan telah mencatatkan 80 penampilan kompetitif bersama klub, dengan torehan tiga gol dan tiga assist. Kontraknya berlaku hingga Juni 2029 dengan opsi perpanjangan satu tahun, membuatnya menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan.
Menurut laporan La Stampa dan Tuttomercatoweb, Celtic telah menjadikan Gineitis sebagai target utama untuk menggantikan Engels jika pemain Belgia itu pindah ke Roma. Engels, yang juga berusia 22 tahun, menjadi incaran Roma untuk memperkuat lini tengah. Jika transfer ini terwujud, akan terjadi efek domino di Serie A: Roma mendapatkan Engels, Celtic merekrut Gineitis, dan Torino mendapat pemasukan sekitar โฌ15 juta.
Sementara itu, Torino juga terus memburu kiper internasional Paraguay, Orlando Gill, yang tampil impresif di Piala Dunia 2026. Penampilannya yang gemilang membuat San Lorenzo, klub asal Argentina, menaikkan harga jualnya menjadi lebih dari โฌ6 juta. Sky Sport Italia melaporkan bahwa San Lorenzo tidak akan mempertimbangkan tawaran sebelum melihat sejauh mana perjalanan Gill di Piala Dunia. Hal ini menunjukkan bahwa performa di turnamen besar dapat secara dramatis meningkatkan nilai pasar seorang pemain.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa memanfaatkan momen turnamen global untuk mendapatkan keuntungan. Selain itu, ketertarikan klub-klub Eropa terhadap pemain diaspora seperti Gineitis (Lithuania) dan Gill (Paraguay) bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk lebih giat memantau pemain keturunan yang berpotensi memperkuat timnas. Dengan semakin terbukanya pasar transfer, bukan tidak mungkin pemain Indonesia atau keturunannya akan menjadi incaran klub-klub Eropa di masa depan.
Ke depannya, bursa transfer ini masih akan bergulir dengan banyak kemungkinan. Apakah Celtic akan benar-benar merekrut Gineitis? Akankah Roma berhasil mengamankan Engels? Dan seberapa tinggi harga Gill akan melambung jika Paraguay melaju jauh di Piala Dunia? Semua pertanyaan ini akan terjawab dalam beberapa pekan mendatang.



