Juventus Guncang Manajemen: Frederic Massara Segera Jadi Kepala Sepak Bola
Baca dalam 60 detik
- Juventus dikabarkan akan menunjuk Frederic Massara, mantan direktur Milan dan Roma, sebagai Kepala Sepak Bola yang baru.
- Langkah ini memicu kepergian François Modesto, sementara Giorgio Chiellini dan Marco Ottolini tetap bertahan di posisi mereka.
- Restrukturisasi manajemen Si Nyonya Tua terus berlanjut setelah pergantian CEO bulan lalu.

Juventus kembali melakukan perombakan besar di jajaran manajemennya. Klub raksasa Serie A itu dikabarkan akan segera menunjuk Frederic Massara sebagai Kepala Sepak Bola yang baru, menggantikan peran yang sebelumnya diisi oleh François Modesto. Langkah ini menjadi bagian dari restrukturisasi internal yang terus berjalan di bawah kepemimpinan CEO anyar, Giovanni Carnevali.
Menurut laporan media Italia terkemuka, negosiasi antara Juventus dan Massara sudah memasuki tahap akhir. Beberapa sumber, termasuk Sky Sport dan pakar transfer Fabrizio Romano, menyebut pembicaraan berjalan positif. Bahkan, Gazzetta dello Sport mengklaim kesepakatan praktis sudah tercapai dan pengumuman resmi tinggal menunggu waktu. Massara, yang sebelumnya sukses sebagai direktur olahraga Milan saat meraih Scudetto 2021-22, diharapkan membawa pengalaman dan jaringan luasnya ke Turin.
Kedatangan Massara dipastikan akan mengakhiri masa bakti Modesto di Allianz Stadium. Namun, tidak semua posisi berubah. Giorgio Chiellini, legenda hidup Juventus, tetap dipercaya sebagai Direktur Strategi Sepak Bola, sementara Marco Ottolini masih menjabat sebagai direktur olahraga. Struktur ini menunjukkan bahwa Juventus ingin menggabungkan darah segar dengan stabilitas yang diwakili oleh figur-figur senior.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Juventus ini menarik untuk disimak. Sebagai klub dengan basis penggemar besar di Tanah Air, setiap perubahan di tubuh Bianconeri selalu menjadi perhatian. Massara dikenal sebagai arsitek di balik kesuksesan Milan yang merekrut pemain-pemain kunci seperti Rafael Leão dan Fikayo Tomori. Kemampuannya dalam membangun skuad kompetitif dengan anggaran terbatas bisa menjadi aset berharga bagi Juventus yang tengah berupaya bangkit setelah beberapa musim yang kurang memuaskan.
Keputusan Massara meninggalkan Roma pada musim panas lalu disebut-sebut dipicu oleh ketidakcocokan dengan pelatih Gian Piero Gasperini. Pengalaman pahit itu justru menjadi pelajaran berharga. Di Juventus, ia akan bekerja bersama pelatih Thiago Motta yang masih baru dan membutuhkan dukungan penuh dari manajemen. Kolaborasi antara Massara dan Motta akan menjadi kunci dalam menentukan arah kebijakan transfer dan strategi jangka panjang klub.
Dengan sisa bursa transfer musim dingin yang masih terbuka, kehadiran Massara bisa langsung berdampak. Juventus dikabarkan masih mencari tambahan amunisi di lini depan dan tengah. Jaringan Massara di Italia dan Eropa diharapkan bisa mempercepat proses negosiasi. Pertanyaannya, akankah ia mampu mengulang kesuksesan seperti di Milan, atau justru menghadapi tantangan baru di klub yang sedang dalam masa transisi?



