Juventus Restrukturisasi Manajemen: Massara Masuk, Chiellini Dapat Peran Baru
Baca dalam 60 detik
- Juventus resmi menunjuk Frederic Massara sebagai Chief Football Officer, memperkuat struktur organisasi divisi sepak bola pria.
- Giorgio Chiellini beralih dari Direktur Strategi Sepak Bola menjadi Chief Club Affairs Officer, fokus pada hubungan eksternal dan kelembagaan.
- Langkah ini merupakan bagian dari transformasi manajemen di bawah CEO Giovanni Carnevali, yang baru menjabat sebulan lalu.

Juventus terus melakukan perombakan besar di jajaran manajemennya. Klub raksasa Serie A itu resmi mengumumkan penunjukan Frederic Massara sebagai Chief Football Officer, sementara legenda hidup Giorgio Chiellini mendapatkan peran baru sebagai Chief Club Affairs Officer.
Keputusan ini diumumkan hanya beberapa jam setelah kabar kedatangan Massara mulai beredar. Pria berusia 57 tahun itu sebelumnya meninggalkan AS Roma sebulan lalu. Dalam struktur baru, Massara akan bertanggung jawab langsung kepada CEO Giovanni Carnevali, dengan tugas mengawasi pengelolaan dan pengembangan divisi sepak bola pria, termasuk merumuskan strategi olahraga klub bersama Direktur Olahraga Marco Ottolini.
โSepanjang kariernya, Frederic telah memantapkan dirinya sebagai salah satu eksekutif paling dihormati di dunia sepak bola, memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan sejumlah klub bergengsi, termasuk AC Milan dan AS Roma,โ demikian pernyataan resmi Juventus.
Sementara itu, Chiellini yang telah mengabdi lama sebagai pemain dan kemudian staf, mendapat promosi ke posisi yang sepenuhnya baru. Mantan kapten timnas Italia itu akan bertugas memperkuat kemampuan Juventus dalam membangun hubungan dengan institusi kunci, pemangku kepentingan strategis, dan organisasi olahraga, baik di Italia maupun global.
CEO Carnevali menyambut positif perubahan ini. โSaya yakin kami sedang membangun struktur yang solid, kompeten, dan kohesif, yang mampu mendukung ambisi kami saat ini dan di masa depan. Kami senang menyambut Frederic ke dalam keluarga besar Bianconeri. Keahliannya merupakan nilai tambah dan melengkapi keterampilan profesional yang sudah ada,โ ujarnya dalam pernyataan resmi.
Penunjukan Carnevali sendiri terjadi sebulan lalu, menggantikan Damien Comolli yang hanya bertahan sekitar setahun di Allianz Stadium. Ini menandai gelombang perubahan di pucuk pimpinan Juventus setelah beberapa musim yang penuh gejolak, baik di dalam maupun luar lapangan.
Di sisi lain, Juventus juga sudah mengamankan rekrutan pertama mereka untuk musim panas ini: pemain sayap timnas Italia, Jeff Ekhator, dengan nilai transfer โฌ18 juta termasuk bonus. Klub akan memulai pramusim di bawah arahan Luciano Spalletti pada 13 Juli, dan laga perdana Serie A 2026-27 dijadwalkan pada 29 Agustus melawan Parma di kandang sendiri.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Juventus ini menarik untuk dicermati. Bagaimana tidak, klub sekelas Juventus terus berbenah di level manajerial demi kembali ke puncak kejayaan. Dengan masuknya figur sekaliber Massara yang sukses di Milan dan Roma, serta peran baru Chiellini yang lebih strategis, Juventus tampaknya serius membangun fondasi jangka panjang. Pertanyaannya, akankah perubahan di ruang rapat ini segera berdampak positif di lapangan hijau?



