BNN Gagalkan Pengolahan 3,37 Ton Ganja Thailand Jadi Cairan Vape, Target Anak Muda
Baca dalam 60 detik
- Badan Narkotika Nasional menyita 3,37 ton kuncup ganja asal Thailand di Gresik yang akan diolah menjadi ekstrak THC untuk cairan vape.
- Ini adalah pengungkapan pertama di Indonesia terkait penyelundupan ganja untuk industri vape, dengan target utama generasi muda.
- Dua belas tersangka telah ditangkap, termasuk satu warga negara asing, sementara dua pengendali utama masih diburu di luar negeri.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan upaya penyelundupan 3,37 ton kuncup bunga cannabinoid asal Thailand yang direncanakan diolah menjadi ekstrak tetrahydrocannabinol (THC) untuk cairan rokok elektrik atau vape. Barang bukti seberat itu ditemukan di sebuah gudang di kawasan Pergudangan Prambanan Bizland, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (2/7).
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menyatakan bahwa kasus ini menjadi yang pertama kali terungkap di Indonesia terkait penyelundupan kuncup ganja yang ditargetkan untuk industri vape. Menurutnya, modus ini mengikuti gaya hidup dan tren konsumsi anak muda, menjadikan narkotika masuk melalui jalur lifestyle dan teknologi.
Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Aswin Sipayung menambahkan bahwa kuncup bunga tersebut akan diekstrak menjadi liquid, lalu dimasukkan ke dalam cartridge vape untuk diedarkan. "Ini adalah ancaman dan gaya baru yang secara khusus menargetkan generasi muda kita," ujarnya. Ia menekankan bahwa kandungan THC yang sangat tinggi dalam barang bukti ini menjadi alasan utama temuan ini sangat krusial.
Aswin memastikan bahwa seluruh barang bukti belum sempat diproses menjadi cairan vape karena keburu diamankan. Namun, ia mengakui bahwa cairan vape berbahan cannabinoid sejenis sebelumnya sudah pernah beredar dan diungkap BNN. Oleh karena itu, pihaknya kini mendalami kemungkinan keterkaitan dengan toko-toko vape ritel. "Untuk sampai ke retail masih dalam penyelidikan," katanya.
Jaringan ini, menurut Aswin, merupakan sindikat baru yang berbeda dari kasus-kasus sebelumnya. Ia menyebutkan bahwa modus operandi ini berpotensi menjadi bahan baku pembuatan narkotika jenis baru. BNN telah menangkap 12 orang terduga pelaku di berbagai wilayah, termasuk satu warga negara asing yang berperan sebagai pemilik gudang. Dua warga negara asing lainnya yang diduga sebagai pengendali utama jaringan ini dari luar negeri masih dalam pengejaran. "Saya tegaskan pengejaran tidak akan berhenti. Kami akan mengejar pengendali yang sekarang berada di luar negeri sampai ketemu dan kita bawa ke Indonesia," tegas Aswin.
Pengungkapan ini disebut berhasil menyelamatkan lebih dari 10 juta jiwa generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba, sekaligus mencegah potensi kerugian ekonomi hingga Rp4,58 triliun. Pertanyaan kritis yang mengemuka: sejauh mana jaringan ini telah merambah pasar vape di Indonesia, dan apakah regulasi terhadap produk rokok elektrik perlu diperketat untuk mencegah modus serupa di masa depan?



