Spider-Man: Brand New Day Tembus US$2 Miliar, Box Office Musim Panas Cetak Rekor
Baca dalam 60 detik
- Film garapan Sony ini mencatatkan pendapatan global lebih dari US$2 miliar hanya dalam 18 hari, menjadikannya film tercepat kedua yang mencapai angka tersebut.
- Dua film bertema dinosaurus, Paw Patrol: The Dino Movie dan The End of Oak Street, bersaing ketat untuk posisi ketiga di box office Amerika Utara.
- Total penjualan tiket musim panas 2025 mencapai US$4,2 miliar, melampaui capaian sebelum pandemi pada 2019.

Spider-Man: Brand New Day kembali mempertahankan dominasinya di box office Amerika Utara pada akhir pekan ketiga penayangannya, sekaligus menorehkan sejarah baru dengan total pendapatan global menembus angka US$2 miliar. Capaian ini menegaskan daya tarik karakter superhero yang masih belum pudar di mata penonton dunia, meski persaingan dari film-film anyar kian ketat.
Berdasarkan estimasi studio pada Minggu (16/8), film besutan Sony Pictures ini meraup tambahan US$70 juta dari pasar domestik Amerika Serikat dan Kanada. Akumulasi pendapatan domestiknya kini mencapai US$785,8 juta, menjadikannya film terlaris keempat sepanjang sejarah di wilayah tersebut. Dengan tambahan US$118,7 juta dari pasar internasional, total pendapatan globalnya telah melampaui US$2 miliar, menjadikannya film kedelapan yang berhasil mencapai tonggak tersebut, dan yang tercepat kedua setelah Avengers: Endgame yang meraihnya dalam 11 hari pada 2019.
Sementara itu, film epik garapan Christopher Nolan, The Odyssey, tetap kokoh di posisi kedua dengan pendapatan akhir pekan US$23,2 juta. Total pendapatan domestiknya kini mencapai US$504,7 juta, dan secara global telah mengumpulkan lebih dari US$1,2 miliar, ditopang oleh performa impresif di pasar China yang menyumbang US$36,6 juta dalam beberapa hari pertama penayangannya.
Persaingan sengit terjadi untuk memperebutkan posisi ketiga antara dua film bertema dinosaurus yang sangat berbeda: Paw Patrol: The Dino Movie yang menyasar anak-anak, dan The End of Oak Street, film aksi orisinal berrating PG-13. Menurut estimasi, The End of Oak Street unggul tipis dengan perolehan US$21 juta dari 3.446 layar, sedikit di atas Paw Patrol yang meraup US$20,5 juta. Secara global, The End of Oak Street mencatatkan pembukaan US$47 juta, termasuk US$26 juta dari pasar internasional, dengan biaya produksi dilaporkan mencapai US$80 juta.
Film yang ditulis dan disutradarai oleh David Robert Mitchell ini dibintangi Ewan McGregor dan Anne Hathaway sebagai pasangan suburban pada tahun 1982 yang lingkungannya tiba-tiba berpindah ke zaman prasejarah. Meski mendapat sambutan positif dari kritikus dengan skor 86% di Rotten Tomatoes, penonton memberikan nilai B pada CinemaScore, dan hanya sekitar separuh penonton akhir pekan pembuka yang menyatakan akan merekomendasikan film ini kepada teman-teman mereka.
Di sisi lain, Paw Patrol: The Dino Movie yang dirilis Paramount Pictures di 3.545 layar berhasil menarik keluarga dengan rating PG. Ini merupakan film ketiga Paw Patrol yang tayang di bioskop sejak 2021, dan mendapat nilai A dari CinemaScore. Secara global, film animasi ini telah mengumpulkan total US$69 juta.
Di luar lima besar, beberapa film baru juga mencatatkan performa menarik. Dokumenter Katseye: Wild Hearts menempati posisi kelima dengan US$4 juta, diikuti Six: The Musical Live dengan US$3 juta, dan The Brink of War dengan US$2,7 juta. Film romantis berbahasa Tamil, Vishwanath & Sons, masuk sepuluh besar dengan pendapatan US$1,6 juta. Sementara itu, film thriller kriminal The Rivals of Amziah King yang dibintangi Matthew McConaughey hanya meraup US$1 juta dari 632 layar, dan biopik Tony tentang Anthony Bourdain mengumpulkan US$706.676 dari 37 layar pada akhir pekan kedua, dengan rencana ekspansi lebih luas.
Kinerja box office musim panas tahun ini menunjukkan kekuatan industri perfilman yang pulih, dengan total penjualan tiket mencapai US$4,2 miliar, sekitar 5,7% lebih tinggi dibanding musim panas 2019 sebelum pandemi. Secara keseluruhan, pendapatan box office tahun ini hampir menyentuh US$6,9 miliar.
Bagi penonton Indonesia, fenomena ini menegaskan bahwa film-film Hollywood dengan anggaran besar masih mendominasi pasar global, termasuk di Indonesia yang kerap menjadi salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Pertanyaannya, apakah film-film seperti The End of Oak Street yang mengusung premis orisinal mampu bersaing dengan film superhero yang sudah memiliki basis penggemar kuat? Atau akankah penonton Indonesia semakin selektif dalam memilih tontonan di tengah menjamurnya platform streaming?



