Kelly Clarkson Larang Anak-anaknya Nonton Film Debutnya: 'Baca Fine Print!'
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi Kelly Clarkson mengaku menyesal membintangi film musikal 'From Justin to Kelly' yang dianggap gagal, dan melarang kedua anaknya menontonnya.
- Film tersebut dibuat karena kewajiban kontrak setelah memenangkan American Idol, bukan atas kemauan sendiri, dan kini menjadi bahan candaan di atas panggung.
- Pengalaman buruk ini justru meningkatkan apresiasinya terhadap profesi aktor, dan ia memilih fokus pada musik yang lebih sesuai dengan bakatnya.

Kelly Clarkson, pemenang pertama American Idol, secara blak-blakan mengaku malu dengan film debutnya yang berjudul 'From Justin to Kelly' (2003). Dalam konser penutup residensi Las Vegas-nya di Colosseum, Caesars Palace, Sabtu (15/8), ia bahkan mengangkat jari tengahnya saat menyebut film tersebut sebagai 'kewajiban kontrak' yang tidak pernah ia inginkan.
Film musikal yang dibintangi bersama Justin Guarini itu dirilis kurang dari setahun setelah keduanya bersaing di final American Idol. Kisahnya tentang dua mahasiswa yang bertemu saat liburan musim semi di Florida. Meski tergolong sukses secara komersial pada masanya, film ini menerima kritik pedas dan hingga kini dianggap sebagai salah satu film musikal terburuk yang pernah dibuat.
Clarkson, yang kini berusia 44 tahun, mengaku tidak menyadari bahwa memenangkan ajang pencarian bakat tersebut mewajibkannya untuk membintangi sebuah film. "Baca fine print-nya, kawan," ujarnya sambil tertawa, mengenang momen ketika ia menyadari konsekuensi dari kemenangannya. "Aku tidak tahu kalau menang berarti harus main film. Tidak semua dari kita ingin menjadi Meryl Streep, kita hanya suka menontonnya, oke?"
Pengalaman ini justru membuatnya semakin menghormati para aktor profesional. "Aku sangat menghormati aktor karena itulah yang mereka lakukan, bahkan setelah membawakan acara talk show. Gila, betapa banyak penolakan yang mereka terima. Mereka terus melangkah, dan itu luar biasa. Itu bukan yang aku inginkan," tuturnya, merujuk pada 'The Kelly Clarkson Show' yang berakhir setelah tujuh musim.
Meski demikian, Clarkson mengaku menikmati bagian koreografi tari dalam film tersebut. Namun, ia menegaskan tidak akan pernah mengizinkan kedua anaknya, River Rose (12) dan Remington (10), untuk menonton film itu. "Ini lucu, anak-anakku, aku melarang mereka menonton," katanya. Bahkan ketika pengasuhnya mengaku menikmati film tersebut, Clarkson bercanda, "Dan aku menghakimi kamuโsepanjang hari, sepanjang malam. Aku bercanda."
Di balik penyesalannya, Clarkson tetap mengenang positif pengalaman bekerja sama dengan musisi Tommy Sims untuk lagu-lagu di film tersebut. "Bagian musiknya, itu menyenangkan. Lihat? Kau harus menemukan sisi positifnya, kan? Ubah kotoran menjadi limun... dan menangislah sampai tidur," candanya.
Karier Clarkson justru meroket setelah film tersebut. Ia berhasil mengumpulkan tiga Grammy Awards dan deretan hits seperti 'Since U Been Gone', 'Because of You', dan 'Stronger'. Film 'From Justin to Kelly' kini menjadi pengingat bahwa kesuksesan sejati tidak selalu datang dari proyek yang sempurna, melainkan dari kemampuan untuk bangkit dan menemukan jalan sendiri.
Bagi penggemar di Indonesia, kisah Clarkson menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya membaca kontrak dengan cermat sebelum menandatangani. Di industri hiburan Tanah Air, fenomena artis yang terikat kontrak dengan proyek yang tidak diinginkan juga kerap terjadi. Namun, seperti Clarkson, banyak yang berhasil mengubah pengalaman buruk menjadi batu loncatan untuk karier yang lebih gemilang. Pertanyaannya, apakah para artis muda Indonesia akan lebih berani bersuara ketika menghadapi situasi serupa?



