Inter Lepas Carboni ke Parma, Berenbruch Diberi Syarat Khusus
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan resmi menjual Franco Carboni ke Parma dengan kontrak hingga 2030, sebagai bagian dari strategi penggalangan dana.
- Pemain muda Thomas Berenbruch hanya akan dilepas dengan skema pinjaman atau klausul pembelian kembali, meniru kasus Aleksandar Stankovic.
- Cagliari menjadi kandidat utama peminjam Berenbruch, yang baru berusia 21 tahun dan memperkuat tim U-23 Inter di Serie C.

Inter Milan resmi melepas bek muda Franco Ezequiel Carboni ke Parma secara permanen, namun memberikan sinyal tegas kepada talenta akademi lainnya, Thomas Berenbruch, bahwa masa depannya di klub hanya akan terbuka lewat skema pinjaman atau klausul pembelian kembali.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Nerazzurri untuk merampingkan skuad dan mengumpulkan dana segar. Carboni, yang sebelumnya dipinjamkan ke Parma selama enam bulan, berhasil meyakinkan manajemen klub promosi Serie A itu untuk mempermanenkannya. Kesepakatan ditandatangani dengan kontrak hingga Juni 2030.
Bek berusia 21 tahun itu memulai karier di Club Atlรฉtico Lanus dan Catania sebelum bergabung dengan Inter pada Januari 2020. Selama berseragam biru-hitam, ia menjalani beberapa masa peminjaman di klub Italia lain, termasuk Cagliari dan Empoli. Kini, kariernya berlanjut di Parma yang baru saja promosi ke Serie A.
Situasi serupa kini dihadapi Thomas Berenbruch. Agen pemain berusia 21 tahun itu terlihat berada di markas klub untuk melakukan pertemuan. Namun, menurut laporan FCInterNews, pihak Inter menegaskan bahwa mereka berniat mempertahankan Berenbruch dalam jangka panjang. Oleh karena itu, setiap potensi transfer hanya akan dilakukan dalam bentuk pinjaman atau disertai opsi pembelian kembali.
Pendekatan ini mengingatkan pada kasus Aleksandar Stankovic, putra legenda Inter Dejan Stankovic, yang dijual ke Club Brugge pada musim panas lalu namun kemudian ditarik kembali ke San Siro. Strategi serupa tampaknya akan diterapkan untuk Berenbruch, yang telah bergabung dengan akademi Inter sejak 2020 dan musim lalu promosi ke tim U-23 yang bermain di Serie C.
Bagi pengamat sepak bola Italia, langkah Inter ini menunjukkan pergeseran kebijakan dalam mengelola aset muda. Alih-alih melepas pemain secara permanen dengan harga murah, klub lebih memilih mempertahankan kendali melalui klausul khusus. Ini menjadi sinyal bahwa Inter ingin menjaga keseimbangan antara kebutuhan finansial jangka pendek dan potensi keuntungan di masa depan.
Di sisi lain, bagi klub peminjam seperti Cagliari yang disebut-sebut menjadi favorit, skema ini memberikan keuntungan berupa akses ke pemain berbakat tanpa harus mengeluarkan biaya transfer besar. Namun, risiko kehilangan pemain jika Inter mengaktifkan klausul pembelian kembali tetap mengintai.
Pertanyaan yang muncul: akankah strategi ini berhasil mempertahankan talenta muda seperti Berenbruch, atau justru menghambat perkembangan mereka karena minimnya menit bermain di tim utama? Keputusan Inter dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi jawabannya.



