Joe Schmidt Tutup Pintu Kembali ke Leinster Usai Tinggalkan Australia
Baca dalam 60 detik
- Pelatih asal Selandia Baru itu memastikan tidak akan melanjutkan karier kepelatihan di level internasional setelah kontraknya dengan Australia berakhir bulan ini.
- Schmidt menepis spekulasi kembali ke Leinster, klub yang membesarkan namanya, dengan alasan ingin fokus pada keluarga dan memberikan ruang bagi regenerasi kepelatihan.
- Keputusan ini membuka peluang bagi Les Kiss untuk mengambil alih kursi pelatih Wallabies dalam transisi yang telah direncanakan matang.

Joe Schmidt, pelatih kepala Timnas Rugby Australia yang akan segera mengakhiri masa baktinya, menegaskan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk kembali melatih di level internasional maupun klub, termasuk kembali ke Leinsterโklub yang pernah membawanya meraih gelar Eropa.
Pelatih berusia 60 tahun itu akan menyerahkan estafet kepelatihan Wallabies kepada Les Kiss setelah seri Nations Championship melawan Irlandia, Prancis, dan Italia pada akhir bulan ini. Schmidt, yang sebelumnya sukses membesarkan Irlandia dengan tiga gelar Six Nations termasuk Grand Slam 2018, mengaku sudah tidak memiliki ambisi untuk terus menjadi pelatih kepala.
โSaya tidak merasa perlu menjadi pelatih kepala, apalagi pelatih nasional,โ ujar Schmidt dalam konferensi pers. Pernyataan ini sekaligus memupus spekulasi bahwa ia akan kembali ke Leinster, klub yang pernah ia latih selama tiga musim dan sukses meraih dua gelar Piala Eropa berturut-turut sebelum menangani Irlandia pada 2013.
Meskipun putranya bekerja di Leinster, Schmidt dengan tegas menepis kemungkinan kembali ke klub asal Irlandia tersebut. โMereka sudah mempekerjakan anak saya, saya rasa tidak perlu seluruh keluarga,โ katanya sambil tersenyum. Ia menilai Leinster saat ini sudah menjadi kekuatan besar yang hanya butuh trofi Eropa untuk melengkapi konsistensi mereka. โMereka sudah melakukan segalanya kecuali itu, dan sangat kompetitif serta konsisten.โ
Ketika ditanya apakah ia akan mempertimbangkan tawaran melatih Leinster jika didekati, Schmidt menjawab singkat: โTidak untuk saat ini.โ Ia menegaskan fokusnya hanya pada tiga pertandingan terakhir bersama Australia, membantu tim berkembang, dan memastikan transisi kepemimpinan berjalan mulus untuk Les Kiss.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, keputusan Schmidt ini menarik karena menunjukkan tren pelatih top yang memilih pensiun dini atau beralih ke peran non-teknis. Di tengah perkembangan rugby Asia yang mulai pesat, keputusan seperti ini bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya regenerasi kepelatihan. Schmidt sendiri berencana terbang ke Irlandia pada 10 Agustus untuk bertemu cucu barunya, bukan untuk melatih. โSaya akan menikmati gelombang panas di sana,โ ujarnya.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Leinster akan tetap bertahan dengan kandidat internal atau justru mencari figur baru yang lebih muda untuk menggantikan Cullen. Sementara itu, Australia harus segera beradaptasi dengan era Les Kiss yang diharapkan membawa pendekatan segar setelah masa transisi yang direncanakan dengan baik oleh Schmidt.



