Nasihat Virat Kohli Jadi Pegangan Jordan Cox Jelang Debut di Posisi Tiga Lawan Pakistan
Baca dalam 60 detik
- Jordan Cox mengaku nasihat Virat Kohli tentang menikmati momen debut akan selalu diingatnya, menjadi modal mental saat mengisi posisi nomor tiga Inggris.
- Cox, yang bergabung dengan RCB di IPL 2025, kini mendapat kepercayaan menggantikan Jacob Bethell yang cedera pada seri melawan Pakistan.
- Inggris tengah dalam transisi besar pasca-pensiunnya Ben Stokes dan pemecatan Brendon McCullum, dengan Joe Root kembali memimpin tim.

Jordan Cox, pemukul muda Inggris, mengaku nasihat dari superstar India Virat Kohli akan selalu melekat dalam ingatannya. Hal ini diungkapkannya menjelang laga melawan Pakistan di Headingley, Rabu (10/9), di mana ia dipercaya mengisi posisi nomor tiga, menggantikan Jacob Bethell yang cedera.
Pertemuan Cox dengan Kohli terjadi di London sebelum debutnya melawan Selandia Baru di The Oval, Juni lalu. Saat itu, Cox baru saja bergabung dengan Royal Challengers Bengaluru (RCB) di IPL, meski tak pernah dimainkan. Namun, ia berhasil membangun kedekatan dengan legenda India tersebut. "Saya mungkin tidak ingin membagikan semuanya, tapi saya hanya ingin bertanya beberapa hal," ujar Cox kepada BBC Sport. "Dia bilang: 'Nikmati momennya. Kamu hanya punya satu debut. Nikmati saja dan bersenang-senang'."
Nasihat itu terasa sangat berarti bagi Cox, yang sempat mengalami kekecewaan mendalam pada 2024. Saat itu, ia nyaris debut melawan Selandia Baru, tetapi cedera ibu jari membuatnya harus menepi. "Saya tiga hari lagi dari debut, lalu cedera. Itu benar-benar sial," kenangnya. "Ada pikiran 'saya tidak akan pernah bermain lagi'. Saya ingat bicara dengan Virat. Dia bilang: 'Ada miliaran orang yang bahkan tidak tahu siapa saya. Matahari akan tetap terbit besok - saya tidak terlalu peduli'."
Bagi Cox, sosok Kohli adalah contoh bagaimana memisahkan agresivitas di lapangan dengan keramahan di luar lapangan. "Dia gila di lapangan, tapi di luar dia orang yang paling baik. Saya ingin bisa seperti itu," tambahnya. Kini, dengan Bethell cedera lutut, Cox akan menjadi andalan di posisi tiga untuk dua Test pertama. Ia juga akan kembali mengandalkan dukungan mental dari Kohli, yang selalu bisa dihubungi via telepon.
Laga melawan Pakistan ini menjadi momen krusial bagi Inggris yang sedang dalam transisi. Setelah pensiunnya Ben Stokes dan pemecatan Brendon McCullum, tim dipegang oleh pelatih interim Marcus Trescothick, sementara Joe Root kembali menjadi kapten. Inggris juga menghadapi rekor buruk: hanya dua kemenangan dalam 10 Test terakhir melawan Pakistan. Sementara itu, Pakistan sendiri belum pernah menang seri di Inggris selama 30 tahun terakhir.
Bagi pengamat kriket Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bagaimana mentalitas pemain muda dibentuk oleh pengalaman dan mentor. Kohli, yang dikenal sebagai salah satu pemukul terbaik dunia, memberikan perspektif bahwa tekanan adalah bagian dari permainan. Cox, yang baru berusia 25 tahun, mencoba meniru pola pikir tersebut: tetap tenang di luar lapangan, namun agresif saat bertanding.
Inggris sendiri diperkirakan akan menurunkan empat pace bowler, dengan Jofra Archer dan Ollie Robinson sebagai andalan. Namun, kondisi cuaca di Leeds yang hujan bisa memengaruhi strategi. Sementara itu, Pakistan berharap kapten Babar Azam dan Shan Masood pulih dari cedera untuk memperkuat tim.
Dengan semua dinamika ini, mampukah Jordan Cox membuktikan bahwa nasihat Kohli bukan sekadar kata-kata manis? Atau justru tekanan posisi tiga akan menjadi ujian terbesarnya sejauh ini? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa hari ke depan.



