Amy Schumer Ubah Kisah Perceraian Jadi Film Komedi: 'Best Divorce Ever' Siap Mengocok Perut
Baca dalam 60 detik
- Aktris dan komedian Amy Schumer akan membintangi sekaligus memproduseri film komedi terbaru berjudul 'Best Divorce Ever', yang mengangkat kisah pasangan yang ingin bercerai secara damai namun berujung kacau.
- Film ini digarap oleh Sean Mullin, yang terinspirasi dari pengalaman perceraiannya sendiri, dan akan dipasarkan secara global oleh Concourse Media di Toronto bulan depan.
- Proyek ini hadir di tengah proses perceraian Amy Schumer dengan chef Chris Fischer, sekaligus menandai kembalinya ia ke genre komedi keluarga yang menjadi ciri khasnya.

Aktris dan komedian Amy Schumer kembali ke layar lebar dengan membawa cerita yang sangat personal: perceraian. Melalui film komedi terbaru berjudul *Best Divorce Ever*, Schumer akan berperan sebagai Clarissa, seorang perempuan yang bersama mantan suaminya berusaha menjalani perpisahan yang sempurna—namun bukannya damai, yang terjadi justru kekacauan yang mengundang tawa.
Film ini digarap oleh Sean Mullin, yang sebelumnya dikenal lewat *Amira and Sam* dan dokumenter *It Ain't Over*. Mullin mengaku naskah film ini lahir dari pengalaman pribadinya menjalani perceraian yang justru berjalan baik-baik saja. "Perceraian punya masalah citra," ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia ingin mengubah narasi bahwa satu-satunya cara sukses mengakhiri pernikahan adalah dengan kematian salah satu pasangan.
Dalam film ini, Clarissa dan Franklin, pasangan yang telah menikah selama 20 tahun, memutuskan untuk berpisah tanpa mengakhiri hubungan mereka. Mereka bahkan merencanakan pesta "Untying the Knot" sebagai simbol perpisahan yang bersahabat. Namun, rencana tersebut mulai berantakan ketika kencan-kencan yang membawa bencana, anak-anak yang penuh curiga, dan upaya "conscious uncoupling" justru memperumit keadaan. Mereka akhirnya harus mencari cara untuk tetap menjadi keluarga meski tidak lagi terikat pernikahan.
Concourse Media akan membawa proyek ini ke pasar internasional di Toronto bulan depan. CEO Concourse Media, Matthew Shreder, memuji kemampuan Schumer yang langka dalam mengubah hal menyakitkan seperti perceraian menjadi sesuatu yang jujur dan lucu. "Amy adalah salah satu dari sedikit orang yang bisa membuat perceraian menjadi sangat jujur dan sangat lucu," katanya. Sementara itu, Matthew Lee Miller dan Natalie Metzger dari Vanishing Angle, yang memproduseri film ini bersama Schumer, menilai Mullin memiliki kemampuan luar biasa menemukan humor dan kemanusiaan di bagian paling berantakan dari kehidupan.
Bagi penonton Indonesia, film ini mungkin terasa relevan mengingat tren perceraian yang terus meningkat di tanah air. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka perceraian yang fluktuatif dalam beberapa tahun terakhir, dengan berbagai faktor seperti ekonomi dan komunikasi. Meski konteks budaya berbeda, tema tentang bagaimana sebuah keluarga tetap utuh meski orangtuanya berpisah adalah isu universal yang bisa diterima publik Indonesia. Film ini juga bisa menjadi hiburan yang menawarkan perspektif baru: bahwa perceraian tidak selalu harus berakhir dengan permusuhan.
Karier Schumer memang tidak lepas dari tema hubungan dan keluarga. Lewat serial *Inside Amy Schumer* yang meraih Emmy, hingga film *Trainwreck* yang sukses, ia dikenal sebagai komedian yang berani blak-blakan. Baru-baru ini, ia juga membintangi *Kinda Pregnant* di Netflix dan *Life Beth* di Hulu. Kini, dengan *Best Divorce Ever*, ia kembali menggarap materi yang dekat dengan kehidupannya sendiri—sebuah langkah yang berani dan otentik.
Pengumuman film ini datang di tengah perubahan besar dalam hidup Schumer. Ia mengajukan gugatan cerai dari chef Chris Fischer pada Januari lalu setelah tujuh tahun menikah, dan kini fokus membesarkan putra mereka, Gene. Momen ini tentu menjadi bahan bakar emosional yang kuat bagi Schumer untuk membawakan peran Clarissa dengan penuh kejujuran.
Dengan premis yang segar dan sentuhan komedi yang cerdas, *Best Divorce Ever* berpotensi menjadi salah satu film komedi yang paling dinantikan. Pertanyaannya, akankah film ini mampu mengubah cara pandang publik tentang perceraian—bahwa di balik kepahitan, selalu ada ruang untuk humor dan harapan? Kita tunggu saja bagaimana Schumer dan Mullin menghadirkan kisah yang mungkin akan menjadi cermin bagi banyak pasangan di seluruh dunia.



