Ayush Shetty Ciptakan Kejutan Besar di Kejuaraan Dunia, Singkirkan Shi Yuqi di Babak Pertama
Baca dalam 60 detik
- Pebulu tangkis India, Ayush Shetty, menumbangkan unggulan utama dan juara bertahan Shi Yuqi pada laga perdana Kejuaraan Dunia di New Delhi.
- Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Shetty atas Yuqi setelah tiga kekalahan beruntun, termasuk di final Kejuaraan Asia April lalu.
- Hasil ini membuka peluang persaingan di sektor tunggal putra dan menjadi sinyal kebangkitan bulu tangkis India di panggung global.

Kejutan besar mewarnai hari pertama Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 di New Delhi. Ayush Shetty, pebulu tangkis tuan rumah yang tidak diunggulkan, berhasil menaklukkan Shi Yuqi, pemain nomor satu dunia sekaligus juara bertahan asal China, dalam pertarungan tiga gim yang menegangkan di Indira Gandhi Indoor Stadium, Senin (17/8).
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Shetty menunjukkan ketenangan luar biasa di gim penentu. Ia menutup laga dengan skor 21-14, 13-21, 21-19. Kemenangan ini bukan sekadar hasil mengejutkan, tetapi juga menjadi titik balik bagi karier pemuda 22 tahun itu setelah tiga kali selalu kalah dari Yuqi, termasuk di final Kejuaraan Asia di Ningbo pada April lalu.
Kekalahan Yuqi di babak awal turnamen sebesar ini tentu menjadi pukulan telak bagi dominasi China di sektor tunggal putra. Sejak era Lin Dan dan Chen Long, China nyaris selalu memiliki wakil tangguh di setiap ajang besar. Namun, kegagalan Yuqi mempertahankan gelar menunjukkan bahwa persaingan di level tertinggi semakin terbuka. Para pengamat menilai, regenerasi pemain muda seperti Shetty mulai menggeser hegemoni negara-negara tradisional.
Bagi Indonesia, hasil ini menjadi sinyal penting. Persaingan tunggal putra dunia tidak lagi didominasi oleh segelintir nama. Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, yang selama ini menjadi andalan Merah Putih, harus mewaspadai munculnya kekuatan baru dari India. Jika Shetty mampu tampil konsisten, ia bisa menjadi ancaman serius di turnamen-turnamen berikutnya, termasuk Olimpiade Los Angeles 2028.
Dukungan penonton tuan rumah memang menjadi faktor signifikan. Atmosfer stadion yang riuh memberikan energi ekstra bagi Shetty untuk bangkit setelah kehilangan gim kedua. Namun, kemenangan ini juga menunjukkan kematangan mental yang jarang dimiliki pemain seusianya. Ia tidak hanya mengandalkan dukungan publik, tetapi juga mampu membaca permainan Yuqi yang dikenal dengan serangan tajam dan pertahanan solid.
Kekalahan Yuqi juga memunculkan pertanyaan tentang kesiapan para pemain top menghadapi tekanan di turnamen besar. Jadwal padat dan persaingan ketat membuat siapa pun bisa tumbang di hari yang buruk. Bagi Yuqi, ini adalah pelajaran berharga. Ia harus segera bangkit jika ingin mempertahankan posisinya di puncak ranking dunia.
Di sisi lain, kemenangan Shetty membuka peluang besar bagi India untuk meraih medali pertamanya di Kejuaraan Dunia sektor tunggal putra. Sebelumnya, India hanya mampu bersaing di nomor ganda. Dengan performa seperti ini, bukan tidak mungkin Shetty akan melaju jauh dan menciptakan lebih banyak kejutan. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan konsistensi di tengah sorotan yang kini mengarah padanya?



