Melaka Gelar Pesta Durian Rp50 Ribu Sepuasnya, Subsidi Penuh dari Gubernur
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Melaka menyelenggarakan festival durian sepuasnya dengan harga khusus RM10 (sekitar Rp35.000) untuk 2.000 pengunjung pertama, menyusul panen raya yang melimpah.
- Gubernur Melaka, Ab Rauf Yusoh, mensubsidi RM15 per tiket dari harga normal RM25, sebagai bentuk perayaan bersama masyarakat atas melimpahnya pasokan durian premium.
- Festival yang digelar di Selandar, Jasin, pada 5 Juli 2026 ini juga menyajikan atraksi budaya, kuliner, dan kebun binatang mini, menjadikannya agenda wisata keluarga yang terjangkau.

Melaka, Malaysia โ Pemerintah Negara Bagian Melaka mengambil langkah tak biasa di tengah melimpahnya panen durian tahun ini: menggelar pesta durian sepuasnya dengan harga hanya RM10 (sekitar Rp35.000) per orang. Promo spesial ini berlaku untuk 2.000 pengunjung pertama yang hadir dalam Melaka Durian Festival 2026 di Duta Riang Villa, Selandar, Kecamatan Jasin, pada Minggu (5/7/2026).
Inisiatif ini dipicu oleh anjloknya harga durian akibat panen raya yang berlimpah. Alih-alih membiarkan petani merugi, pemerintah memutuskan mensubsidi konsumsi durian premium seperti Musang King dan Black Thorn yang biasanya dijual RM25 per orang. Gubernur Melaka, Datuk Seri Ab Rauf Yusoh, menyetujui subsidi sebesar RM15 per tiket untuk 2.000 pengunjung pertama, sehingga masyarakat hanya perlu membayar sepertiga dari harga normal.
Ketua Komite Pembangunan Pedesaan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan Melaka, Datuk Dr Muhamad Akmal Saleh, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap rakyat di tengah musim durian yang melimpah. "Ab Rauf ingin memanjakan masyarakat dengan durian premium dan merayakan musim ini bersama-sama," ujarnya saat dihubungi, Kamis (2/7/2026).
Meski kuota terbatas, Dr Muhamad Akmal optimistis Gubernur akan menambah jumlah peserta bersubsidi saat acara berlangsung. "Mungkin akan ada pengumuman lain dari Ab Rauf selama festival. Beliau dikenal suka memberi kejutan," katanya. Festival ini terbuka untuk umum, termasuk wisatawan dari luar negara bagian, dan anak-anak di bawah 12 tahun dapat masuk gratis.
Setiap peserta diberikan waktu 20 menit untuk menikmati durian sepuasnya. Awalnya, Dr Muhamad Akmal mengaku ragu dengan batasan waktu tersebut, namun setelah mencobanya sendiri, ia menganggapnya cukup. "Saya pikir 20 menit terlalu singkat, ternyata setelah dicoba, waktunya pas," tambahnya.
Selain berpesta durian di kebun, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan tradisional, aneka jajanan dari food truck, dan kebun binatang mini. Kombinasi ini menjadikan festival sebagai destinasi wisata keluarga yang ramah dan terjangkau. Bagi masyarakat Indonesia yang tengah berlibur ke Melaka, acara ini bisa menjadi alternatif wisata kuliner unik dengan harga miring.
Fenomena panen raya durian di Malaysia kerap menjadi perhatian karena fluktuasi harga yang tajam. Langkah pemerintah Melaka mensubsidi konsumsi langsung dinilai sebagai solusi kreatif untuk menstabilkan harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Pertanyaannya, apakah model subsidi konsumen seperti ini bisa diadopsi oleh daerah-daerah penghasil durian di Indonesia, seperti Sumatera atau Kalimantan, saat menghadapi panen berlebih?



