Tarik Muharemovic: Bakat Terbesar Leeds United Sejak Raphinha?
Baca dalam 60 detik
- Bek anyar Leeds United, Tarik Muharemovic, mencuri perhatian di pramusim dengan gol salto spektakuler dan performa impresif.
- Kedatangan pemain 23 tahun itu merupakan hasil dari penjualan Pascal Struijk, mencerminkan strategi jual-beli pemain ala Brighton.
- Jika konsisten, Muharemovic berpotensi menjadi aset berharga yang bisa dijual dengan keuntungan besar, seperti Raphinha.

Leeds United sepertinya kembali menemukan permata baru di lini pertahanan. Tarik Muharemovic, bek tengah yang baru direkrut dari Sassuolo, menjadi sorotan utama setelah mencetak gol salto spektakuler dalam kemenangan 4-0 atas Augsburg di laga pramusim. Penampilannya yang impresif memunculkan perbandingan dengan Raphinha, pemain terbaik Leeds dalam beberapa tahun terakhir.
Muharemovic didatangkan dengan biaya sekitar 34 juta poundsterling, dana yang sebagian berasal dari penjualan Pascal Struijk ke Brighton & Hove Albion. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Leeds untuk terus mengembangkan pemain muda dan menjualnya dengan harga tinggi, mirip dengan model bisnis Brighton, Brentford, dan Bournemouth yang sukses menembus kompetisi Eropa.
Sejak bergabung, Muharemovic telah tampil dalam lima laga pramusim dan menunjukkan kualitasnya, terutama saat menghadapi Manchester United. Ia memenangkan dua dari tiga duel, tidak pernah dikalahkan dalam dribel, dan memiliki akurasi umpan mencapai 93 persen. Kemampuannya membawa bola ke depan menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki bek tengah.
Penampilan apik ini bukanlah kebetulan. Musim lalu bersama Sassuolo di Serie A, ia memenangkan 64 persen duel darat dan udara, dengan rata-rata 1,4 tekel dan intersepsi per laga. Ia juga menyumbang dua gol dan dua assist, menunjukkan kontribusinya di kedua sisi permainan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, fenomena ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa memanfaatkan pasar transfer untuk membangun tim yang kompetitif. Strategi jual-beli pemain seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang ingin bersaing di level Asia. Selain itu, performa Muharemovic juga menjadi bukti bahwa bek modern dituntut tidak hanya kuat bertahan, tetapi juga pandai membangun serangan.
Daniel Farke, pelatih Leeds, tampaknya sangat percaya pada kemampuan Muharemovic. Ia langsung memberinya tempat sebagai bek kiri dalam formasi tiga bek, sebuah sinyal bahwa pemain ini akan menjadi pilar penting musim depan. Jika terus berkembang, bukan tidak mungkin ia akan menjadi rebutan klub-klub besar Eropa, seperti yang terjadi pada Raphinha.
Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah Muharemovic bisa mempertahankan performa ini di Premier League yang jauh lebih kompetitif? Atau justru ia akan menjadi batu loncatan bagi Leeds untuk meraih keuntungan finansial besar? Yang jelas, Leeds United telah menemukan aset berharga yang bisa menjadi kunci kesuksesan mereka di masa depan.



