Trent Rockets Juara The Hundred Wanita: Kemenangan Telak dan Ambisi Gelar Ganda
Baca dalam 60 detik
- Trent Rockets memastikan gelar perdana The Hundred wanita dengan kemenangan delapan wicket atas Sunrisers Leeds di Lord's.
- Sophia Dunkley dan Beth Mooney tampil gemilang, sementara bowler domestik Charley Phillips menjadi pembeda dengan aksi krusialnya.
- Kemenangan ini membuka peluang Rockets menjadi tim pertama yang meraih gelar ganda putra dan putri dalam edisi yang sama.

Trent Rockets mengukuhkan diri sebagai juara The Hundred kompetisi wanita untuk pertama kalinya setelah menundukkan Sunrisers Leeds dengan skor telak delapan wicket di Lord's, London. Kemenangan ini tidak hanya mengakhiri penantian panjang, tetapi juga menempatkan Rockets di ambang sejarah sebagai tim pertama yang mampu memenangi gelar putra dan putri dalam edisi yang sama.
Dalam laga final yang berlangsung Minggu (4/8) waktu setempat, Sunrisers yang tampil percaya diri setelah menaklukkan Southern Brave di babak Eliminator, justru tampil di bawah performa terbaiknya. Mereka hanya mampu mengumpulkan 91 run dari 91 bola, dengan Annabel Sutherland menjadi pencetak run terbanyak (25) sebelum terjebak stumping oleh Georgia Adams. Kegagalan Phoebe Litchfield yang hanya mencetak 10 run setelah mencoba ramp shot menjadi awal dari kehancuran Sunrisers.
Di sisi lain, Rockets menunjukkan superioritas di semua lini. Sophia Dunkley, pemain internasional Inggris, tampil agresif dengan 41 run dari 23 bola, sementara Beth Mooney dari Australia menutup pertandingan dengan 31 run tidak terkalahkan. Target yang relatif kecil berhasil dikejar dalam 54 bola, menyisakan 46 bola sebagai selisih kemenangan yang impresif.
Kemenangan ini menjadi bukti konsistensi Rockets sepanjang turnamen. Sebagai pemuncak klasemen fase grup, mereka langsung melaju ke final tanpa melalui babak penyisihan tambahan. Meski sempat diragukan karena jeda pertandingan yang panjang, tim asuhan Sam Billings ini justru tampil dominan. Di sisi lain, Sunrisers yang mengandalkan duo Australia, Litchfield dan Sutherland, gagal berproduksi maksimal.
Keberhasilan Rockets tidak lepas dari kontribusi pemain-pemain yang mungkin tidak banyak diperhitungkan. Charley Phillips, yang berstatus pemain domestik Inggris, tampil menonjol dengan aksi lemparan yang sulit dibaca. Ia berhasil menyingkirkan Litchfield dan Deepti Sharma, pemenang Piala Dunia asal India, dengan hanya kebobolan 12 run. Sementara itu, Sam Bates, yang tidak pernah memperkuat tim nasional Australia, menjadi salah satu penentu dengan koleksi 13 wicket sepanjang turnamen.
Bagi Sunrisers, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga. Mereka terlalu bergantung pada performa pemain asing, sementara pemain domestik kesulitan menghadapi tekanan. Dani Gibson, kapten dan pemain termahal di lelang wanita tahun ini, sempat memberikan perlawanan dengan 22 run, tetapi tidak cukup untuk mengubah arah pertandingan. Kegagalan ini juga menyoroti tantangan dalam pengembangan pemain muda di tengah dominasi pemain asing di The Hundred.
โKami tampil luar biasa sepanjang turnamen, dan hari ini semua elemen bekerja dengan sempurna. Ini adalah hasil kerja keras seluruh tim,โ ujar salah satu staf pelatih Rockets yang enggan disebutkan namanya.
Dengan kemenangan ini, Rockets berpeluang mencatatkan sejarah ganda jika tim putra mereka mampu mengalahkan Manchester Super Giants di partai final yang digelar beberapa jam kemudian. Jika berhasil, mereka akan menjadi tim pertama yang meraih gelar di kedua kompetisi dalam satu edisi. Pertanyaan besarnya, apakah dominasi Rockets akan berlanjut, atau justru menjadi puncak kejayaan yang sulit diulang? Yang jelas, The Hundred musim ini telah memberikan warna baru bagi kriket Inggris, meski diwarnai sorotan tentang menurunnya jumlah penonton dan cuaca panas yang ekstrem.


