Karnival Wisata Malaysia 2026: Dorong Belanja Domestik, Targetkan Transaksi Rp700 Juta di Kuantan
Baca dalam 60 detik
- Karnival Cuti-Cuti Malaysia 2026 di Kuantan menargetkan transaksi minimal RM200.000 dari penjualan paket wisata dan produk lokal.
- Kunjungan wisatawan domestik Malaysia naik 21,3% pada 2025, dengan belanja mencapai RM121 miliar, didorong oleh inisiatif harga terjangkau.
- Acara ini menjadi barometer bagi pelaku industri untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku wisatawan yang makin mandiri dalam merencanakan liburan.

Karnival Cuti-Cuti Malaysia 2026 resmi memulai rangkaian roadshow-nya di Kuantan, Pahang, dengan target menggerakkan belanja wisatawan domestik hingga RM200.000 (sekitar Rp700 juta) selama tiga hari penyelenggaraan. Acara yang digelar di East Coast Mall ini merupakan kolaborasi antara Tourism Malaysia dan Star Media Group, menghadirkan 36 stan dari agen perjalanan, hotel, atraksi wisata, pelaku kuliner, hingga pengrajin batik.
Mohd Roslan Abdullah, Direktur Senior Divisi Domestik dan Event Tourism Malaysia, menegaskan bahwa pariwisata domestik tetap menjadi tulang punggung industri pariwisata Malaysia. "Kami ingin memberikan platform bagi pelaku industri untuk mempromosikan produk dengan harga terjangkau," ujarnya saat membuka acara. Inisiatif ini sejalan dengan program Destinasi Indah, Harga Rahmah yang digagas pemerintah untuk mendorong perjalanan dalam negeri.
Data terbaru menunjukkan tren positif pariwisata domestik Malaysia. Sepanjang 2025, tercatat 290,1 juta kunjungan wisatawan domestik, naik 21,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Belanja pariwisata domestik pun melonjak 13,3% menjadi RM121 miliar. Pada kuartal pertama 2026 saja, sudah ada 74,7 juta kunjungan dengan total belanja RM34 miliar. Angka ini menjadi modal kuat bagi target Visit Malaysia 2026.
Di tengah geliat ini, pelaku industri dituntut berinovasi. Teh Tiong Lay, Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Pariwisata Inbound Malaysia, mencatat bahwa wisatawan domestik kini lebih mandiri berkat platform daring. "Agen perjalanan harus meningkatkan layanan dan daya saing harga," katanya. Ia menekankan bahwa nilai sebuah paket wisata tidak hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga pengalaman bermakna yang ditawarkan.
Para pelaku usaha pun merespons dengan strategi bundling. Charles B. Peter, General Manager Wyndham Garden Shahzan Fraser's Hill, mengamati peningkatan minat terhadap liburan singkat di dalam negeri. Grupnya menawarkan paket yang menggabungkan akomodasi, makan, dan aktivitas seperti berkuda, memanah, serta wisata perahu di Fraser's Hill. Sementara itu, Kenny Wong dari Only World Group Holdings melaporkan bahwa atraksi keluarga seperti Wet World Shah Alam dan The Top Penang mendapat sambutan hangat. "Ada satu pelanggan yang membeli 20 tiket Wet World untuk acara keluarga besar," ujarnya.
Kuantan 188, ikon baru ibu kota Pahang, memanfaatkan roadshow ini untuk menawarkan diskon tiket 50%. Manajer Umum Khalisa Azman mengatakan bahwa pengunjung tidak hanya membeli tiket, tetapi juga antusias menanyakan program mendatang. "Kami ingin memperkenalkan Kuantan 188 sebagai destinasi wisata urban yang terjangkau," jelasnya.
Bagi wisatawan seperti Nurulhusna Abd Halim yang datang dari Gambang bersama suaminya, karnival ini menjadi kesempatan mencari paket liburan domestik. "Kami biasanya bepergian dua hingga tiga kali setahun, sebagian besar di Malaysia. Saya ingin memperkenalkan anak-anak pada keragaman budaya setiap negeri," tuturnya. Kisahnya mencerminkan pergeseran preferensi masyarakat yang mulai melirik kembali pesona lokal.
Roadshow Kuantan merupakan titik awal dari rangkaian yang akan berlanjut ke Johor Baru (31 Juliโ2 Agustus), Kota Kinabalu, Penang, Petaling Jaya, dan Kuching. Dengan target total pengunjung lebih dari 20.000 orang, karnival ini diharapkan mampu mengerek kontribusi pariwisata domestik terhadap perekonomian nasional. Pertanyaannya, bisakah momentum ini bertahan di tengah persaingan dengan destinasi luar negeri yang mulai pulih?



