Ronaldo Umumkan Musim Ini Jadi Musim Terakhirnya: 'Saya Ingin Tinggalkan Warisan Spektakuler'
Baca dalam 60 detik
- Kapten Timnas Portugal itu menyebut musim 2024/2025 sebagai musim pamungkasnya, dengan fokus beralih ke keluarga dan bisnis.
- Ronaldo masih mengejar rekor 1.000 gol senior, hanya berjarak 24 gol lagi, sebelum memutuskan gantung sepatu.
- Keputusan pensiun Ronaldo berpotensi mengubah peta persaingan Liga Pro Saudi dan industri sepak bola global.

Cristiano Ronaldo, megabintang sepak bola asal Portugal, mengisyaratkan bahwa musim ini akan menjadi musim terakhirnya sebagai pemain profesional. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan majalah Vogue, hanya beberapa hari setelah ia resmi menikahi Georgina Rodriguez. Ronaldo, yang kini berusia 41 tahun, mengaku telah menyiapkan peta jalan untuk kehidupan setelah sepak bola, dengan prioritas utama pada keluarga dan berbagai aktivitas baru.
Keputusan ini menandai akhir dari era yang gemilang. Sepanjang kariernya, Ronaldo telah mengoleksi lima Ballon d'Or, lima gelar Liga Champions, dan gelar liga di Inggris, Spanyol, Italia, serta Arab Saudi. Ia juga merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa di sepak bola internasional pria. Namun, di balik semua prestasi itu, Ronaldo menegaskan bahwa momen ini adalah pilihan sadar untuk menutup karier dengan cara yang berkelas.
"Ini mungkin tahun terakhir saya bermain sepak bola, dan saya ingin meninggalkan warisan yang spektakuler," ujarnya. Ronaldo juga mengungkapkan bahwa ia tidak ingin membiarkan kekosongan setelah pensiun. "Sepak bola bisa meninggalkan lubang besar, jadi saya harus mengisi waktu dengan berbagai cara, bukan hanya satu. Lebih banyak bersenang-senang, bepergian, menonton dan bermain padel, serta menikmati apa yang telah saya raih," tambahnya.
Kabar ini tentu menjadi perhatian besar bagi penggemar di Indonesia, yang selama bertahun-tahun menjadikan Ronaldo sebagai idola. Banyak penggemar tanah air yang mengikuti perjalanan kariernya sejak masih di Manchester United, lalu ke Real Madrid, Juventus, hingga kini di Al-Nassr. Bagi mereka, pensiunnya Ronaldo akan menjadi akhir dari sebuah era yang sulit digantikan. Namun, di sisi lain, keputusan ini juga membuka peluang bagi generasi baru untuk bersinar.
Ronaldo masih memiliki satu tahun tersisa dalam kontraknya bersama Al-Nassr, klub juara Liga Pro Saudi. Pada laga pembuka musim melawan Al Fateh, Sabtu lalu, ia tidak dimainkan dan hanya menyaksikan dari tribun bersama keluarga. Meski begitu, ia tetap menjadi sorotan utama. Dengan 24 gol lagi untuk mencapai 1.000 gol senior, target tersebut tampaknya masih mungkin ia kejar musim ini, meski ia sendiri belum memastikan akan terus bermain hingga akhir musim.
Perbandingan dengan Lionel Messi, rival abadinya, juga menarik dicermati. Messi, yang baru saja memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022, juga belum memastikan masa depannya. Keduanya sama-sama berada di penghujung karier, namun dengan cara yang berbeda. Messi baru saja menikmati kesuksesan di Piala Dunia, sementara Ronaldo harus puas tersingkir di babak 16 besar bersama Portugal. Perbedaan nasib ini semakin menegaskan bahwa waktu terus berjalan, bahkan bagi para legenda.
Keputusan Ronaldo untuk pensiun juga berdampak pada lanskap sepak bola global, khususnya di Arab Saudi. Liga Pro Saudi telah menjadi tujuan utama para bintang Eropa, dan kehadiran Ronaldo menjadi salah satu magnet utamanya. Jika ia pergi, daya tarik liga tersebut bisa berkurang. Namun, Ronaldo sendiri tampaknya tidak khawatir. Ia mengaku telah memiliki banyak rencana setelah pensiun, termasuk mengembangkan bisnis dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
Pertanyaan besarnya sekarang: apakah Ronaldo akan benar-benar bertahan hingga akhir musim, atau justru memutuskan pensiun lebih cepat? Dengan target 1.000 gol yang masih mungkin, para penggemar tentu berharap ia bisa mencapai angka tersebut sebelum benar-benar gantung sepatu. Namun, seperti yang ia katakan, keputusan akhir akan diambil dengan kepala dingin bersama keluarga. Yang jelas, dunia sepak bola akan kehilangan salah satu pemain terhebat sepanjang masa, dan penggemar di Indonesia pun akan merasakan kehilangan yang mendalam.



