FBI Selidiki Permintaan Tebusan dalam Kasus Hilangnya Ibu Savannah Guthrie
Baca dalam 60 detik
- FBI menerima beberapa surat tebusan terkait hilangnya Nancy Guthrie, dan mengakui sebagian mungkin asli.
- Surat kedua menyebut korban telah meninggal, namun keluarga tetap menganggap serius kedua surat tersebut.
- Kasus ini masih diselidiki sebagai penculikan dengan tebusan, dengan aparat meminta media bersikap sensitif.

Biro Investigasi Federal (FBI) mengonfirmasi telah menerima sejumlah surat tebusan terkait hilangnya Nancy Guthrie, ibu dari pembawa acara Today Savannah Guthrie, dan menyatakan beberapa di antaranya berpotensi asli meskipun ada yang dinilai sebagai upaya pemerasan palsu.
Nancy Guthrie, 84 tahun, dilaporkan hilang dari rumahnya di Arizona pada 1 Februari lalu. Hingga kini, keberadaannya belum diketahui dan polisi belum menetapkan tersangka. Namun, penyelidikan terus berlanjut dengan berbagai petunjuk yang masih ditelusuri.
Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial, FBI menulis bahwa beberapa surat tebusan telah diterima selama penyelidikan. โSebagian dianggap sebagai upaya pemerasan tanpa legitimasi. Permintaan tebusan lainnya mungkin sah dan masih diselidiki sebagai kasus penculikan dengan tebusan,โ bunyi pernyataan tersebut.
Stasiun televisi KOLD di Tucson menerima dua surat tebusan yang sempat dianggap kredibel. Menurut laporan NBC News, surat pertama menuntut transfer mata uang kripto sebagai imbalan atas keselamatan Nancy. Namun, surat kedua justru menyatakan bahwa Nancy telah meninggal setelah diculik, tanpa permintaan maaf atau tuntutan pembayaran untuk pengembalian jenazah.
Savannah Guthrie, yang sempat cuti dari acara Today, sebelumnya mengecam pengiriman surat tebusan palsu. โOrang yang mengirim surat tebusan palsu harus benar-benar merenung, karena keluarga sedang berduka,โ ujarnya pada Maret lalu. Meski demikian, ia mengaku percaya bahwa dua surat yang mereka terima dan tanggapi adalah asli.
Kantor Sheriff Pima County, yang turut menyelidiki kasus ini, menekankan bahwa setiap informasi dan petunjuk ditangani dengan serius. Mereka juga mengapresiasi sikap media yang dinilai sensitif dalam menangani bukti-bukti tersebut. โKami berterima kasih atas perhatian dan bantuan media dalam menangani barang bukti dengan sensitivitas tinggi terhadap kasus dan keluarga,โ demikian pernyataan mereka.
Kasus ini menyoroti tantangan dalam penyelidikan penculikan, terutama ketika muncul permintaan tebusan yang sulit diverifikasi. Di Indonesia, kasus serupa pernah terjadi dan menimbulkan dilema antara menuruti permintaan pelaku atau mengandalkan proses hukum. Pertanyaan yang tersisa: akankah FBI mampu memisahkan tebusan asli dari palsu, dan apakah Nancy Guthrie masih bisa ditemukan hidup?



