Hollman Bawa Middlesex ke Final List A Pertama dalam 36 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Middlesex menembus final One-Day Cup setelah menaklukkan Durham lewat kemenangan dramatis dua wicket.
- Luke Hollman menjadi pahlawan dengan 83 run tidak terkalahkan, membalikkan keadaan dari posisi 145-7.
- Mereka akan berhadapan dengan Leicestershire di final pada 20 September di Trent Bridge.

Luke Hollman memastikan Middlesex mengukir sejarah dengan membawa timnya lolos ke final List A untuk pertama kalinya sejak 1990, setelah menundukkan Durham dengan kemenangan dua wicket dalam semifinal One-Day Cup di Radlett, Selasa (16/9). Kemenangan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang klub asal London tersebut untuk tampil di partai puncak kompetisi bergengsi domestik Inggris.
Middlesex yang sempat terpuruk di angka 145-7 saat mengejar target 255 run, berhasil bangkit berkat penampilan luar biasa Hollman yang mencetak 83 run tidak terkalahkan. Ia mendapat dukungan dari Tom Helm yang menyumbang 40 run, membangun kemitraan krusial 79 run yang mengubah arah pertandingan. Sebelumnya, Durham sempat di atas angin berkat aksi Colin Ackermann yang mencetak 71 run tidak terkalahkan dan mengambil tiga wicket, termasuk menyingkirkan pembuka Nathan Fernandes yang membuat 44 run.
Kehadiran mantan kapten Inggris Ben Stokes di penghujung lini bowling Durham tidak banyak membantu, karena ia hanya mampu mengamankan satu wicket awal milik Josh de Caires. Hollman, yang juga seorang spinner, menunjukkan kelasnya dengan mengambil 3-53, termasuk dua tangkapan sendiri dan wicket Will Rhodes yang menjadi pencetak run terbanyak Durham dengan 80 run. Naavya Sharma dan Zafar Gohar masing-masing menyumbang dua wicket untuk membatasi Durham di angka 254-7.
Kemenangan ini menegaskan kedalaman skuad Middlesex yang mampu tampil solid di bawah tekanan. Pelatih dan pengamat menilai keberhasilan ini tidak lepas dari strategi rotasi pemain yang diterapkan sepanjang turnamen, memberikan kesempatan bagi pemain muda seperti Hollman untuk bersinar di panggung yang lebih besar. Bagi Hollman, penampilan ini menjadi pencapaian pribadi tertinggi di kompetisi List A, melampaui rekor sebelumnya yang hanya 77 run tidak terkalahkan.
Di partai final, Middlesex akan berhadapan dengan Leicestershire yang sebelumnya menyingkirkan Notts Outlaws dengan kemenangan 23 run di semifinal lainnya. Pertandingan puncak dijadwalkan berlangsung di Trent Bridge pada Minggu, 20 September. Ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Middlesex untuk mengakhiri puasa gelar selama lebih dari tiga dekade, sekaligus membuktikan bahwa kebangkitan mereka bukan sekadar kebetulan.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, keberhasilan Middlesex ini menjadi pengingat bahwa turnamen domestik seperti One-Day Cup kerap menjadi ajang pembuktian bagi pemain muda yang kelak bersinar di pentas internasional. Beberapa pemain Indonesia yang bermain di liga Inggris, meski tidak langsung terkait, dapat mengambil inspirasi dari perjalanan Hollman yang menunjukkan bahwa kerja keras dan ketenangan di momen krusial mampu mengubah segalanya.
Dengan final yang tinggal menghitung hari, pertanyaan besarnya adalah apakah Middlesex mampu memanfaatkan momentum ini untuk meraih trofi perdana mereka di era modern, atau justru kembali gagal di partai puncak seperti yang terjadi tiga dekade lalu? Jawabannya akan terjawab di Trent Bridge, di mana sejarah baru siap ditorehkan.



