Yungblud Menangis di Atas Panggung: 'Aku Merasa Terputus dari Segalanya'
Baca dalam 60 detik
- Yungblud mengalami breakdown emosional saat konser Bludfest di Ceko, mengaku merasa terisolasi dan kesakitan.
- Musisi 28 tahun itu menyebut penggemar sebagai satu-satunya tempat aman dari tekanan industri dan kritik publik.
- Momen tersebut diunggah di Instagram sebagai bentuk kejujuran, memicu diskusi tentang kesehatan mental di industri musik.

Yungblud, penyanyi rock asal Inggris, tak kuasa menahan tangis saat manggung di Bludfest, Ceko, pada 27 Juni lalu. Di hadapan ribuan penonton di Park 360, ia mengakui sedang bergulat dengan perasaan terputus dari dunia dan rasa sakit yang tak kunjung reda.
Dalam momen yang jarang terjadi di panggung musik, pelantun "Zombie" itu berhenti bernyanyi dan berbicara terus terang kepada para penggemar. "Akhir-akhir ini aku merasa sangat terputus dari segalanya. Aku berusaha keras untuk bangun setiap hari. Aku sering merasa sakit dan entah kenapa sudah lama begitu," ujarnya, seperti dikutip dari unggahan Instagram pribadinya.
Yungblud, yang bernama asli Dominic Harrison, menegaskan bahwa melihat wajah para penggemar menjadi satu-satunya hal yang membuatnya merasa aman. "Setiap kali aku menemukan wajah kalian, aku tahu aku punya tempat untuk kembali. Rasa aman dari dunia luar adalah sesuatu yang tak bisa cukup aku ucapkan terima kasih," tambahnya.
Setelah pertunjukan, Yungblud membagikan rekaman momen tersebut di Instagram. Ia sempat ragu karena khawatir dianggap tidak tulus atau mencari perhatian. "Aku berpikir keras apakah harus memposting ini. Tapi pada akhirnya, inilah yang terjadi dan itu nyata. Jadi aku pikir, 'persetan'," tulisnya dalam keterangan panjang.
Ia menjelaskan bahwa ledakan emosi itu adalah akumulasi dari tekanan yang tak terproses selama setahun terakhir. "Saat turun panggung, aku merasa euforia. Tapi 20 menit kemudian, saat mandi sendirian, aku justru breakdown," ungkapnya. Yungblud juga menyoroti kerasnya industri musik modern yang tak memberi ruang bagi pelaku seni untuk memproses perasaan.
Di tengah popularitasnya, Yungblud kerap menjadi sasaran kritik. Salah satu kritikus vokal adalah vokalis The Darkness, Justin Hawkins, yang pernah menyebut musik rock "dalam masalah" jika Yungblud dianggap sebagai masa depannya. Hawkins juga mengkritik penggunaan autotune dalam penampilan Yungblud di MTV VMAs saat memberi penghormatan kepada Ozzy Osbourne.
Fenomena ini mengingatkan pada tekanan psikologis yang kerap dialami musisi Indonesia. Industri musik Tanah Air juga tidak luput dari budaya kritik pedas di media sosial, yang bisa memicu kecemasan dan depresi pada pelaku seni. Beberapa musisi lokal seperti Once Mekel dan Fiersa Besari pernah secara terbuka berbicara tentang perjuangan mereka dengan kesehatan mental.
Yungblud sendiri mengaku merasa "tervalidasi" setelah membaca artikel positif tentang dirinya. Namun, ia tetap menekankan pentingnya kejujuran dalam menghadapi perasaan. "Jika kalian takut, jika kalian terancam, aku akan ada untuk kalian," janjinya kepada para penggemar.
Ke depannya, pertanyaan yang muncul adalah apakah industri musik akan lebih peduli pada kesehatan mental para artisnya, atau justru terus mengabaikan jeritan hening di balik gemerlap panggung?



