Newcastle di Era Baru: Dan Burn Yakin Mentalitas 'Kami Lawan Dunia' Bawa The Magpies Kembali ke Eropa
Baca dalam 60 detik
- Kapten baru Newcastle, Dan Burn, menegaskan skuadnya justru tampil maksimal saat dianggap remeh, menyusul pergantian besar-besaran di bursa transfer.
- Dengan pelatih anyar Matthias Jaissle dan deretan pemain muda berbakat, Burn siap memimpin transisi dan mengembalikan reputasi Newcastle sebagai tim yang disegani.
- Laga perdana melawan Liverpool di St James' Park akan menjadi ujian awal apakah filosofi 'underdog' Newcastle masih relevan di Premier League musim ini.

Dan Burn baru beberapa bulan meninggalkan pusat latihan Newcastle United, namun ketika kembali setelah jeda internasional, ia merasa seperti bergabung dengan klub yang sama sekali baru. Bek timnas Inggris itu bahkan mengaku masih harus menghafal nama-nama rekan setimnya yang berganti wajah. Namun, di tengah gejolak musim panas yang luar biasa di Tyneside, Burn justru melihat peluang, bukan ancaman.
Kepergian manajer Eddie Howe serta bintang-bintang seperti Bruno Guimaraes, Sandro Tonali, dan Anthony Gordon membuat banyak pengamat memprediksi Newcastle akan terpuruk. Namun, Burn, yang kini dipercaya memegang ban kapten, memiliki pandangan berbeda. Ia justru percaya bahwa situasi sulit ini adalah bahan bakar bagi tim untuk bangkit, sebuah mentalitas yang sudah terbukti membawa Newcastle meraih tiket Liga Champions dan mengakhiri puasa gelar 70 tahun dengan menjuarai Piala EFL.
Pelatih anyar Matthias Jaissle, yang membawa enam stafnya sendiri, tengah membangun skuad dengan wajah-wajah baru seperti Lukas Hornicek, Ewen Jaouen, Aladji Bamba, Sean Steur, dan Bazoumana Toure. Belum lagi kedatangan bek kanan asal Benfica, Amar Dedic, yang tinggal menunggu waktu. Semua pemain anyar itu berusia di bawah 24 tahun dan belum pernah merasakan kerasnya Premier League. Namun, Burn menegaskan bahwa kemampuan mereka tidak bisa diragukan, meski ia sendiri belum bisa memastikan apakah akan ada 'Bruno' baru di antara mereka.
Jaissle berulang kali menyebut kata 'transisi' sejak mengambil alih kursi pelatih. Ia menilai peran Burn sebagai pemain senior yang vokal akan sangat vital dalam membimbing para pemain muda melewati masa perubahan ini. Burn, yang dikenal sebagai sosok yang disegani di ruang ganti, siap mengemban tanggung jawab itu. Ia ingin memastikan para pendatang baru segera memahami apa artinya bermain untuk Newcastle, klub dengan basis suporter fanatik yang menuntut segalanya.
Burn juga menyentuh soal reputasi Newcastle yang sempat ditakuti lawan di era Howe. Ia mengakui bahwa perubahan aturan di Premier League membuat timnya tidak lagi leluasa menerapkan 'dark arts' atau taktik nakal yang kerap membuat lawan ciut. "Semua tim terbaik tampaknya punya sisi itu. Saya ingin kami memilikinya lagi, tapi saya ragu Premier League akan mengizinkan," ujarnya. Meski begitu, ia menegaskan bahwa mentalitas pantang menyerah adalah kunci utama.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi Newcastle ini menarik untuk dicermati. Bagaimana sebuah klub besar bertransisi tanpa kehilangan identitas adalah pelajaran berharga, terutama bagi klub-klub Indonesia yang kerap berganti pelatih dan pemain. Konsistensi manajemen dan kejelasan filosofi bermain menjadi kunci agar transisi tidak berujung pada kemunduran. Newcastle tampaknya ingin membuktikan bahwa mereka bisa tetap kompetitif meski harus membangun dari awal.
Laga pembuka melawan Liverpool di St James' Park akan menjadi ujian pertama yang sesungguhnya. Stadion diprediksi akan penuh emosi karena akan ada penghormatan untuk mendiang Kevin Keegan, sosok transformasional dalam sejarah Newcastle yang juga pernah membela Liverpool. Burn, yang sempat makan siang bersama Keegan pada akhir Mei, menyebut legenda itu sebagai pribadi yang hebat. "Saya rasa kami tidak butuh motivasi tambahan. Baik kami atau kota ini," tegas Burn.
Pertanyaannya, akankah mentalitas 'kami lawan dunia' yang diusung Burn mampu membawa Newcastle kembali bersaing di papan atas? Atau justru transisi ini akan menjadi musim yang panjang dan melelahkan? Satu hal yang pasti, Newcastle tidak akan menyerah tanpa perlawanan.



