Chelsea Siap Lepas Enzo Fernandez, Adam Wharton Jadi Target Utama Pengganti
Baca dalam 60 detik
- Chelsea dikabarkan kembali memburu gelandang Crystal Palace, Adam Wharton, sebagai calon pengganti Enzo Fernandez yang ingin hengkang.
- Harga yang diminta Palace untuk Wharton mencapai ยฃ80 juta, selaras dengan reputasinya sebagai salah satu gelandang muda terbaik Premier League.
- Kepergian Fernandez tampaknya semakin dekat setelah ia mendapat cemoohan dari sebagian suporter Chelsea saat kembali bermain.

Langkah Chelsea untuk membangun skuad impian di bawah arahan Xabi Alonso memasuki babak baru. Klub asal London Barat itu dikabarkan kembali memfokuskan diri pada gelandang Crystal Palace, Adam Wharton, sebagai kandidat utama pengganti Enzo Fernandez yang di ambang pintu keluar Stamford Bridge.
Spekulasi mengenai masa depan Fernandez memang tak pernah surut dalam beberapa bursa transfer terakhir. Sang gelandang asal Argentina itu memang tampil memukau saat diberi kepercayaan, namun di sisi lain ia tak ragu mengutarakan keinginannya untuk pindah. Real Madrid dan Manchester City dikabarkan menjadi peminat serius, dan situasi ini mulai menggerogoti keharmonisan di dalam tim.
Bahkan, saat Fernandez kembali diturunkan pada akhir pekan lalu, sebagian suporter Chelsea melontarkan cemoohan. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa hubungan sang pemain dengan pendukung sudah tidak lagi sehat. Jika Alonso ingin membangun fondasi tim yang solid, maka melepas pemain yang tidak lagi sejalan dengan visi klub menjadi langkah logis.
Di sisi lain, Chelsea sejatinya sudah lama memantau lini tengah. Bournemouth dan Alex Scott sempat menjadi target utama, namun upaya mereka menemui jalan buntu. Kini, perhatian beralih ke Adam Wharton, gelandang muda Palace yang namanya kembali mencuat. Jurnalis Simon Phillips mengabarkan bahwa The Blues telah bekerja keras untuk mengamankan tanda tangan pemain berusia 22 tahun tersebut.
Harga yang dipatok Palace tidaklah murah. Laporan menyebut angka ยฃ80 juta menjadi tebusan yang harus disiapkan Chelsea. Meski demikian, kualitas Wharton sepadan dengan banderol tersebut. Musim lalu, ia mencatatkan 1,6 peluang tercipta per 90 menit, menempatkannya di atas 85% gelandang Premier League. Kemampuan dribelnya yang sukses mencapai 52% juga menunjukkan ketenangan dalam menguasai bola, cocok dengan filosofi permainan Alonso yang mengedepankan penguasaan bola.
Tanpa bola pun, Wharton menunjukkan kontribusi luar biasa. Catatan 5,8 recoveries per 90 menit menempatkannya di atas 85% gelandang lainnya, membenarkan julukan "generasional talent" yang disematkan jurnalis Matthew Stanger. Di usianya yang baru 22 tahun, Wharton bukan hanya investasi jangka pendek, melainkan juga masa depan lini tengah Chelsea.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik untuk disimak. Chelsea, klub dengan basis penggemar besar di Tanah Air, tengah melakukan perombakan besar-besaran. Kehadiran Wharton bisa menjadi sinyal bahwa klub tidak hanya mengejar nama besar, tetapi juga pemain yang sesuai dengan kebutuhan taktis. Keputusan ini juga akan berdampak pada persaingan di papan atas Premier League, yang selalu menjadi tontonan menarik bagi pecinta sepak bola Indonesia.
Apakah Chelsea akan berani menggelontorkan dana besar untuk Wharton? Atau akankah mereka mencari alternatif lain yang lebih murah? Yang jelas, bursa transfer musim panas ini masih menyimpan banyak kejutan, dan keputusan Chelsea akan menjadi salah satu yang paling dinantikan.



