Karl Darlow di Ambang Hengkang: Leeds Kehilangan Kiper, Everton dan MU Antre
Baca dalam 60 detik
- Kiper Leeds United Karl Darlow dikabarkan menolak perpanjangan kontrak dan diminati Everton serta Manchester United sebagai kiper cadangan.
- Penampilan impresif Darlow musim lalu, termasuk persentase penyelamatan 70% (tertinggi keenam Premier League), membuatnya tetap diincar meski berusia 35 tahun.
- Kepergian Darlow secara gratis bisa menjadi keuntungan bagi klub peminat, namun ia harus bersaing dengan kiper utama seperti Jordan Pickford atau Senne Lammens.

Kiper veteran Karl Darlow dikabarkan akan menolak tawaran kontrak baru dari Leeds United dan memilih hengkang secara gratis, dengan Everton serta Manchester United disebut-sebut sebagai peminat utama. Langkah ini membuka peluang bagi dua klub Premier League tersebut untuk mendatangkan kiper berpengalaman tanpa biaya transfer, namun juga menimbulkan pertanyaan tentang peran yang akan diemban Darlow di klub barunya.
Kontrak Darlow di Elland Road resmi berakhir pada 30 Juni lalu. Meski sempat mendapat pujian dari jurnalis BBC Radio Leeds, Adam Pope, yang menilai Darlow layak mendapatkan kontrak baru berkat distribusi bola dan penampilan solidnya, pemain berkebangsaan Wales itu dikabarkan enggan memperpanjang masa baktinya. Keputusan ini tak lepas dari statusnya yang sempat menjadi kiper kedua di bawah Lucas Perri, sebelum akhirnya merebut posisi inti pada musim 2025/26.
Musim lalu, Darlow mencatatkan 22 penampilan di Premier League bersama Leeds, dengan 27 gol kebobolan dan lima clean sheet. Angka tersebut turut membantu Leeds finis di peringkat ke-14 pada musim pertama mereka kembali ke kasta tertinggi. Yang lebih mengesankan, persentase penyelamatan Darlow mencapai 70%, menjadikannya kiper dengan catatan penyelamatan terbaik keenam di Premier League musim lalu. Dua laga spesifik menjadi bukti ketangguhannya: saat mencatat tujuh penyelamatan (empat di dalam kotak penalti) dalam kemenangan 1-0 atas Brighton, dan lima penyelamatan di dalam kotak penalti saat mengalahkan Manchester United 2-1 pada April lalu.
Ketertarikan Everton dan Manchester United pada Darlow terbilang menarik, mengingat kedua klub sudah memiliki kiper utama mapan. Everton diperkuat Jordan Pickford yang telah menjadi andalan selama bertahun-tahun, sementara Manchester United mengandalkan Senne Lammens. Namun, kebutuhan akan kiper cadangan berpengalaman dan ketersediaan Darlow secara gratis menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi, gaji Darlow yang disebut-sebut sekitar ยฃ30.000 per pekan dinilai masih terjangkau bagi kedua klub.
Menurut laporan Sky Sports, Darlow yang diwakili oleh agensi yang sama dengan Jake O'Brien (bek Everton) tengah mempertimbangkan tawaran dari Leeds dan peluang pindah. Meski Leeds telah menawarkan kontrak baru, Darlow disebut lebih condong untuk mencari tantangan baru. Namun, sulit membayangkan Darlow mendapatkan banyak menit bermain di Everton, mengingat Pickford telah menjadi starter di setiap laga Premier League dalam tiga musim terakhir. Peran yang paling mungkin adalah sebagai kiper cadangan di kompetisi piala.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Darlow menjadi pengingat bahwa nilai seorang kiper tidak hanya diukur dari usia, melainkan juga konsistensi dan pengalaman. Di tengah maraknya kiper asing di Liga 1, karier Darlow yang sempat terpinggirkan lalu bangkit kembali bisa menjadi inspirasi. Namun, keputusan Darlow untuk meninggalkan Leeds juga menunjukkan bahwa ambisi bermain tetap menjadi prioritas, meski harus bersaing dengan kiper sekelas Pickford.
Ke depan, pertanyaan terbesarnya adalah: akankah Darlow bersedia menjadi pelapis di Everton atau Manchester United, atau justru memilih klub lain yang menjamin menit bermain lebih banyak? Dengan bursa transfer yang masih panjang, langkah Darlow selanjutnya akan menarik diikuti.



