Kristen Stewart Akui Dulu 'Sok Serius' Saat Bintangi Twilight: 'Aku Seperti Pecundang Pretensius'
Baca dalam 60 detik
- Kristen Stewart menyebut dirinya dan Robert Pattinson terlalu serius saat syuting Twilight, hingga terkesan 'pretensius'.
- Sang aktris mengaku butuh waktu lima tahun untuk bisa mengapresiasi film vampir tersebut setelah proses syuting selesai.
- Pengakuan ini sejalan dengan pernyataan Robert Pattinson yang menilai keseriusan para pemain justru menjadi kekuatan film.

Kristen Stewart, yang berperan sebagai Bella Swan dalam saga Twilight, baru-baru ini melontarkan pengakuan mengejutkan: ia merasa dirinya adalah "pecundang pretensius" yang terlalu serius saat membintangi film tersebut. Dalam podcast In Your Dreams With Owen Thiele, aktris berusia 36 tahun itu mengenang masa-masa syuting film pertamanya pada 2008, ketika ia masih berusia 17 tahun.
Stewart bercerita bahwa ia dan lawan mainnya, Robert Pattinson, memiliki obsesi berlebihan untuk menjadikan film tentang vampir itu terasa "epik" dan "nyata". "Aku dan Rob seperti, 'Ya, ini epik, mari kita coba tingkatkan ini,'" ujarnya menirukan percakapan mereka kala itu. Padahal, menurutnya, yang mereka butuhkan hanyalah menjadi diri sendiri sesuai usia dan sekadar mengucapkan dialog dengan natural.
Kekhawatiran untuk tampil sempurna itu, kata Stewart, justru membuat pengalamannya terasa kaku. "Aku selalu berpikir, 'Astaga, memalukan. Aku hanya ingin menjadi nyata, tapi semua orang membuatnya mustahil,'" kenangnya sambil tertawa. Namun, setelah menonton hasil akhirnya, ia justru menyadari bahwa kegilaan itu adalah hal yang tepat untuk periode remaja yang penuh gejolak. "Saat kau remaja yang sedang sekarat, kau tidak akan melakukan hal-hal halus," candanya.
Stewart mengakui butuh waktu lama untuk bisa menikmati film yang membesarkan namanya itu. "Kami membuat lima film, butuh lima tahun, dan sejak itu kami tidak pernah berhenti membicarakannya," tuturnya. Ia menambahkan, selama film-film itu rilis, publik selalu meminta mereka melihat karyanya dari sudut pandang luarโsesuatu yang mustahil dilakukan saat itu. Baru setelah jeda waktu, ia bisa memandang Twilight dengan lebih jernih dan menghargainya sebagai bagian dari perjalanan kariernya.
Pengakuan Stewart ini sejalan dengan pernyataan Robert Pattinson beberapa bulan lalu. Dalam wawancara dengan Vogue, aktor yang kini dikenal lewat perannya sebagai Batman itu mengaku sangat menyukai film Twilight dan akan tetap memerankan karakter yang sama jika diberi kesempatan. "Semua orang mendekatinya dengan sangat serius, tanpa ada unsur main-main. Tidak ada yang berkedip ke arah penonton. Itu sangat nyata, anehnya untuk film tentang roman vampir," kata Pattinson.
Bagi penggemar Twilight di Indonesia, pengakuan kedua bintang ini menegaskan bahwa keseriusan para pemain justru menjadi daya tarik tersendiri. Film yang sempat menjadi fenomena global pada akhir 2000-an itu memang sering dianggap remeh oleh kritikus, tetapi berhasil merebut hati jutaan penonton, termasuk di Tanah Air. Kisah cinta Bella dan Edward yang dramatis, dengan latar hutan hujan Washington yang suram, menjadi semacam guilty pleasure yang tak lekang oleh waktu.
Kini, dengan jarak lebih dari satu dekade, Stewart dan Pattinson sama-sama menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi masa lalu mereka. Stewart, yang kemudian sukses lewat film-film indie seperti Clouds of Sils Maria dan Personal Shopper, tampak lebih santai menghadapi label Twilight yang melekat padanya. Sementara Pattinson, yang sempat dikritik karena perannya sebagai Edward Cullen, kini dianggap sebagai salah satu aktor paling berani di generasinya.
Pertanyaannya, apakah pengakuan jujur seperti ini akan mengubah cara pandang penggemar terhadap Twilight? Atau justru menambah nostalgia akan era ketika film vampir remaja mampu mendominasi budaya populer? Yang jelas, obrolan santai Stewart di podcast tersebut kembali mengingatkan kita bahwa di balik layar, para bintang pun hanyalah manusia biasa yang kadang terlalu seriusโdan itu justru membuat mereka semakin dekat dengan penggemar.



