Hujan Hentikan Laga Perdana Inggris vs India, Seri T20 Masih Nol-Nol
Baca dalam 60 detik
- Laga pertama seri T20 antara Inggris dan India di Chester-le-Street batal akibat hujan deras, setelah India mencetak 189-7 dalam 20 over.
- India sempat terpuruk di 6-2, namun bangkit berkat Abhishek Sharma (59 dari 24 bola) dan kapten Shreyas Iyer (68 dari 47) sebelum hujan memupus peluang Inggris mengejar.
- Pertandingan kedua akan digelar di Old Trafford pada Sabtu mendatang, dengan Inggris masih mencari ritme setelah kekalahan di Tes melawan Selandia Baru.

Hujan menggagalkan upaya Inggris untuk bangkit dari awal musim yang suram setelah laga pertama seri T20 melawan India di Chester-le-Street harus dihentikan tanpa hasil. India, juara dunia T20, berhasil pulih dari posisi genting 6-2 menjadi 189-7 dalam 20 over sebelum hujan deras memaksa pertandingan dibatalkan pada pukul 20:15 waktu setempat, saat Inggris belum sempat memulai pengejaran.
Bagi Inggris, ini adalah pukulan lain setelah kapten Tes Ben Stokes pensiun usai kekalahan dari Selandia Baru dua hari sebelumnya. Kapten white-ball Harry Brook, yang menggantikan Jos Buttler pada April 2025, melihat timnya hanya mampu bertahan separuh jalan sebelum cuaca kembali menjadi protagonis. India, yang baru saja menaklukkan Irlandia 2-0 di kandang, datang dengan kepercayaan diri tinggi meski tanpa pemain muda Vaibhav Sooryavanshi yang kembali diistirahatkan.
Babak pertama India dimulai dengan bencana: Sanju Samson ditangkap spektakuler oleh Tom Banton dari lemparan Saqib Mahmood, dan Ishan Kishan terkena run out akibat miskomunikasi dengan Abhishek Sharma. Namun, Abhishek segera menebus kesalahan dengan pukulan agresif—satu over Mahmood dibombardir 21 run termasuk dua six pull. Angka 59 dari 24 bola membuat India kembali ke jalur, sebelum Sam Curran mematikan Abhishek dengan slower ball yang cerdik.
Setelah itu, kapten Shreyas Iyer mengambil alih kendali. Dengan dukungan Shivam Dube yang tak terkalahkan 42 dari 21 bola, India mencetak 64 run dalam enam over terakhir. Iyer menuntaskan 68 run dari 47 bola, termasuk pukulan six besar ke arah Curran di over pamungkas. Total 189-7 dianggap sebagai skor par, membuka peluang laga sengit—namun hujan yang turun sejak awal inning kian deras saat jeda, memaksa wasit menutup pertandingan.
Bagi Indonesia, laga ini menjadi pengingat betapa dominannya India di kancah T20 global. Dengan kedalaman skuad yang mampu bangkit dari keterpurukan awal, tim asuhan Shreyas Iyer menunjukkan mengapa mereka layak dijuluki juara dunia. Sementara itu, Inggris masih mencari identitas di bawah kepemimpinan Harry Brook, yang pekan lalu menyatakan siap menerima jabatan kapten Tes jika ditawarkan. Brook percaya dirinya bisa memimpin ketiga format sekaligus—sebuah ambisi yang langka di era spesialisasi.
Pertandingan kedua di Old Trafford akan menjadi ujian sesungguhnya. Inggris perlu segera menemukan formula untuk meredam agresivitas India, terutama setelah kehilangan Phil Salt yang mengalami cedera bahu. Di sisi lain, India akan berusaha memanfaatkan momentum tanpa tekanan hasil imbang. Akankah cuaca kembali menjadi penentu, atau mampukah Inggris memberikan perlawanan sengit? Publik kriket Indonesia patut menanti.



