India Kunci Peluang Semifinal T20 World Cup Usai Bungkam Bangladesh
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan atas Bangladesh memastikan India masih berpeluang lolos ke semifinal, dengan syarat mengalahkan Australia di laga pamungkas grup.
- Penampilan lapangan India yang buruk—empat tangkapan terlepas di lima over awal—menjadi catatan serius jelang duel hidup mati melawan juara bertahan.
- Afrika Selatan, yang masih menyisakan satu pertandingan melawan Belanda, menjadi pesaing utama India untuk memperebutkan tiket semifinal.

India memastikan diri tetap dalam persaingan menuju semifinal Piala Dunia T20 Wanita setelah menundukkan Bangladesh dengan lima wicket di Old Trafford, Jumat (28/6) waktu setempat. Kemenangan ini sekaligus mengeliminasi Bangladesh dan menyisakan duel sengit antara India dan Afrika Selatan untuk memperebutkan satu tiket tersisa ke babak empat besar.
Dalam pertandingan yang berlangsung di bawah tekanan, opener Shafali Verma menjadi motor kemenangan India dengan mencetak 53 run dari 34 bola. Kecepatannya dalam membangun skor membuat India mampu mengejar target 137 run yang ditinggalkan Bangladesh hanya dalam 16,5 over. Namun, kemenangan ini tidak sepenuhnya mulus. Catatan lapangan India sangat buruk: empat tangkapan terlepas dalam lima over pertama dan sejumlah misfield terjadi sepanjang innings.
“Kami harus memperbaiki fielding jika ingin mengalahkan Australia,” ujar kapten India, Harmanpreet Kaur, dalam konferensi pers usai pertandingan. “Kami tahu mereka adalah juara bertahan enam kali, dan kesalahan kecil bisa berakibat fatal.”
Bangladesh sebenarnya tidak mampu memanfaatkan kelemahan India di lapangan. Juairiya Ferdous menjadi pencetak skor terbanyak dengan 33 run, sementara kapten Nigar Sultana Joty menambahkan 32. Namun, pendekatan spin-heavy India kembali terbukti efektif. Radha Yadav memimpin peredam dengan 3-28, dibantu Sree Charani yang mencatat 2-21. Bangladesh hanya mampu mengumpulkan 136-8, skor yang dianggap di bawah standar di turnamen ini.
Bagi Indonesia, pertandingan ini menjadi pengingat akan pentingnya konsistensi di level internasional. Meski tidak terlibat langsung, perkembangan kriket wanita di Asia Selatan sering menjadi tolok ukur bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Keberhasilan India mempertahankan peluang semifinal menunjukkan bahwa investasi pada pemain muda—seperti Shafali Verma yang baru berusia 20 tahun—dapat membuahkan hasil. Di sisi lain, kegagalan Bangladesh memanfaatkan peluang menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya eksekusi di momen krusial.
Nasib India kini bergantung pada pertandingan terakhir grup melawan Australia, yang akan berlangsung pada Minggu (30/6). Australia, yang telah memastikan tempat semifinal, tidak akan memberikan konsesi. Sementara itu, Afrika Selatan masih memiliki satu pertandingan melawan Belanda yang belum pernah menang. Jika Afrika Selatan menang besar, mereka bisa melampaui net run rate India dan lolos tanpa perlu menunggu hasil India vs Australia. Pertanyaan besarnya: mampukah India memperbaiki kelemahan lapangan mereka dalam waktu singkat?



