Micron dan GM Jalin Kontrak Jangka Panjang untuk Pasokan Chip Mobil
Baca dalam 60 detik
- Micron Technology dan General Motors menandatangani perjanjian pasokan memori dan penyimpanan untuk kendaraan, mengamankan rantai pasok di tengah lonjakan harga DRAM hingga 70% sejak Desember.
- Kesepakatan ini merupakan langkah proaktif GM untuk mengantisipasi ketatnya pasokan chip akibat permintaan AI, bukan karena gangguan operasional saat ini.
- Micron akan mendukung kontrak ini dengan pabrik chip di Virginia, AS, dan menjadikan GM sebagai salah satu dari 16 mitra strategis yang diumumkan pada kuartal ketiga.

Micron Technology dan General Motors (GM) resmi mengikat kerja sama pasokan jangka panjang untuk platform memori dan penyimpanan yang digunakan dalam produksi kendaraan. Langkah ini diumumkan pada Rabu (1/7) sebagai respons terhadap ketatnya pasokan chip global yang dipicu oleh investasi besar-besaran di pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI).
Berdasarkan perjanjian tersebut, GM akan mendapatkan jaminan pasokan chip memori dan penyimpanan, sementara kedua perusahaan akan berkolaborasi mengembangkan teknologi masa depan. Kesepakatan ini menjadi strategi pengamanan rantai pasok di tengah kenaikan harga DRAM yang melonjak sekitar 70 persen sejak Desember lalu, menurut laporan S&P Global Mobility. DRAM merupakan komponen vital untuk server yang mendukung komputasi awan, basis data, dan beban kerja AI.
Bagi industri otomotif, chip memori kini menjadi elemen krusial seiring meningkatnya penggunaan sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) dan sistem infotainment yang boros daya. GM menegaskan bahwa perjanjian ini bersifat proaktif untuk melindungi komponen penting dalam rantai pasoknya, bukan sebagai reaksi terhadap gangguan operasional yang sudah terjadi.
Micron menyatakan akan mendukung kontrak ini melalui perluasan jejak manufakturnya di Amerika Serikat, termasuk pabrik chip memori yang baru dimodernisasi di Virginia. Perusahaan semikonduktor itu juga mengungkapkan bahwa kesepakatan dengan GM merupakan salah satu dari 16 perjanjian strategis dengan pelanggan yang dipaparkan pada kuartal ketiga tahun ini.
Konteks Indonesia: Lonjakan harga chip global berpotensi mempengaruhi industri otomotif nasional yang bergantung pada impor komponen elektronik. Beberapa pabrikan mobil di Indonesia telah merasakan dampak kelangkaan chip sejak 2021, yang menyebabkan penundaan produksi dan kenaikan harga kendaraan. Kemitraan seperti Micron-GM bisa menjadi model bagi produsen lokal untuk menjalin kontrak jangka panjang guna mengamankan pasokan.
Menurut analis industri, tren elektrifikasi dan adopsi fitur pintar pada mobil akan semakin meningkatkan kebutuhan akan memori dan penyimpanan. โKendaraan modern bisa memiliki lebih dari 100 chip, dan permintaan akan terus tumbuh seiring perkembangan mobil otonom,โ ujar seorang pengamat semikonduktor. Langkah GM dianggap sebagai antisipasi yang tepat di tengah ketidakpastian pasokan global.
Ke depan, kesepakatan ini bisa memicu persaingan antar produsen otomotif untuk mengamankan pasokan chip serupa. Pertanyaannya, apakah pabrikan Indonesia akan mampu mengikuti jejak GM dengan menjalin kontrak langsung dengan pemasok semikonduktor?



