Krafton Akhirnya Bayar Bonus Subnautica 2 Rp3,9 Triliun, CEO Unknown Worlds Mundur
Baca dalam 60 detik
- Krafton menyetujui pembayaran bonus 250 juta dolar AS untuk tim Unknown Worlds setelah Subnautica 2 sukses di Early Access.
- CEO Ted Gill resmi mundur setelah sempat dipecat dan dipulihkan oleh pengadilan, menandai perombakan kepemimpinan studio.
- Kesepakatan ini mencakup tambahan bonus bagi seluruh tim, mengakhiri sengketa yang sempat memanas antara pengembang dan penerbit.

Setelah berbulan-bulan dilanda ketegangan, Krafton—penerbit asal Korea Selatan—akhirnya menyetujui pembayaran bonus sebesar 250 juta dolar AS (sekitar Rp3,9 triliun) kepada tim pengembang Unknown Worlds, studio di balik Subnautica 2. Keputusan ini diumumkan bersamaan dengan kepergian CEO Ted Gill, yang memilih mundur setelah sempat dipecat dan kemudian dipulihkan melalui putusan pengadilan.
Subnautica 2, yang dirilis dalam akses awal pada Mei lalu, langsung meraih sukses kritis dan komersial meskipun dihantui kontroversi selama pengembangan. Game kooperatif bertahan hidup ini berhasil menarik basis pemain yang solid, mendorong Krafton untuk melunasi kewajiban bonus yang sebelumnya menjadi sumber perselisihan. Bloomberg melaporkan bahwa kesepakatan telah dicapai secara damai antara penerbit dan jajaran direksi Unknown Worlds.
Kepergian Ted Gill menandai babak baru bagi studio yang berbasis di San Francisco itu. Gill dipecat pada musim panas lalu, namun kemudian diangkat kembali setelah pengadilan memenangkannya pada Maret 2026. Kini, dalam wawancara dengan Bloomberg, ia mengonfirmasi pengunduran dirinya secara permanen. “Kami sepakat untuk berpisah secara baik-baik. Kepemimpinan baru adalah solusi terbaik bagi masa depan studio,” ujarnya.
Kesepakatan ini tidak hanya mengakhiri sengketa internal, tetapi juga memberikan angin segar bagi industri game global. Bagi Indonesia, kisah ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya tata kelola perusahaan yang sehat di tengah pertumbuhan pesat ekosistem game lokal. Dengan banyaknya studio independen tanah air yang mulai merambah pasar global, kasus Unknown Worlds menunjukkan bahwa kesuksesan komersial harus diimbangi dengan hubungan kerja yang adil antara pengembang dan penerbit.
Analis industri menilai langkah Krafton sebagai upaya memperbaiki reputasi setelah serangkaian kontroversi. “Membayar bonus tepat waktu adalah investasi jangka panjang untuk loyalitas tim,” kata seorang pengamat yang enggan disebutkan namanya. “Jika tidak, risiko kehilangan talenta kreatif bisa lebih mahal daripada bonus itu sendiri.”
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah siapa yang akan menggantikan Gill dan bagaimana arah pengembangan Subnautica 2 selanjutnya. Dengan dana segar yang mengalir, Unknown Worlds memiliki peluang untuk mempercepat penyelesaian game penuh. Namun, tanpa sosok pemimpin yang stabil, tantangan baru mungkin muncul. Apakah Krafton akan memilih eksekutif dari internal atau merekrut dari luar? Jawabannya akan menentukan nasib salah satu waralaba survival paling dicintai saat ini.



