Cedera Lutut Serena Williams Ancam Penampilan di Ganda Wimbledon
Baca dalam 60 detik
- Serena Williams mengalami cedera lutut kanan saat kalah di babak pertama tunggal Wimbledon, mengancam partisipasinya bersama Venus di ganda putri.
- Pasangan Williams bersaudara, enam kali juara ganda Wimbledon, dijadwalkan kembali bermain bersama di Grand Slam untuk pertama kalinya sejak 2022.
- Agen Serena mengonfirmasi cedera terjadi di akhir set pertama dan ia menjalani perawatan intensif untuk bisa tampil pada laga ganda Jumat ini.

Kekhawatiran menyelimuti penampilan Serena Williams di nomor ganda putri Wimbledon setelah ia mengalami cedera lutut kanan saat menjalani pertandingan tunggal comeback-nya. Petenis berusia 44 tahun itu dikhawatirkan tidak dapat mendampingi kakaknya, Venus Williams, yang dijadwalkan kembali berduet di lapangan Grand Slam untuk pertama kalinya sejak 2022.
Serena, yang telah mengoleksi 23 gelar Grand Slam tunggal, harus mengakui keunggulan petenis Australia Maya Joint dalam laga tiga set pada Selasa (2/7). Namun, yang menjadi sorotan bukan hanya kekalahan tersebut, melainkan kondisi fisiknya yang bermasalah. Menurut agennya, Jill Smoller, Serena mengalami cedera pada lutut kanannya menjelang akhir set pertama.
"Serena mengalami cedera ringan pada lutut kanannya di akhir set pertama dan karena itu dibebaskan dari kewajiban media oleh tim medis Wimbledon dan WTA," ujar Smoller dalam pernyataannya. Ia menambahkan bahwa Serena meninggalkan arena tanpa bantuan pada malam itu dan tengah berupaya maksimal untuk pulih tepat waktu.
Pasangan Williams bersaudara merupakan legenda di nomor ganda Wimbledon dengan koleksi enam gelar juara. Penampilan mereka dijadwalkan berlangsung pada Jumat ini, dan ketidakhadiran Serena tentu akan menjadi pukulan besar bagi turnamen dan para penggemar yang menantikan aksi duet ikonik tersebut.
Bagi penggemar tenis Indonesia, kabar ini tentu mengecewakan. Williams bersaudara memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, terutama sejak era kejayaan mereka di awal 2000-an. Banyak yang berharap dapat menyaksikan aksi Serena dan Venus di Wimbledon, yang mungkin menjadi penampilan terakhir mereka di turnamen bergengsi tersebut.
Kondisi Serena juga menjadi pengingat akan rentannya atlet senior terhadap cedera. Di usia yang tidak muda lagi, setiap turnamen bisa menjadi tantangan tersendiri. Keputusan untuk tetap bermain atau mundur tentu tidak mudah, mengingat gengsi dan sejarah panjang yang mereka miliki di Wimbledon.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Wimbledon mengenai status Serena. Yang jelas, waktu terus berjalan menuju Jumat, dan semua mata tertuju pada kondisi lutut sang legenda. Akankah Serena mampu tampil dan memberikan pertunjukan terakhir yang manis bersama Venus? Atau justru cedera ini menjadi akhir dari sebuah era?



