Dari Tukang Batu ke Wimbledon: Marcus Willis Kembali ke Panggung Tenis
Baca dalam 60 detik
- Marcus Willis, yang terkenal karena melob Roger Federer di Wimbledon 2016, kembali berlaga di All England Club sebagai pemain ganda.
- Setelah sempat pensiun dan bekerja sebagai tukang batu, Willis bangkit kembali berkat dukungan keluarga dan teman.
- Kisahnya menjadi inspirasi bagi atlet yang berjuang melawan keterbatasan finansial dan tekanan mental.

Marcus Willis, petenis Inggris yang namanya melambung setelah melob Roger Federer di Centre Court Wimbledon 2016, kembali ke panggung tenis dunia. Namun, perjalanannya kali ini jauh berbeda: ia hadir sebagai pemain ganda yang lebih matang, dengan pengalaman hidup yang membentuk ulang karirnya.
Sepuluh tahun lalu, Willis yang saat itu berperingkat 772 dunia menjadi sensasi setelah lolos kualifikasi dan bertemu Federer di babak kedua. Meski kalah telak 6-0, 6-3, 6-4, ia memenangkan BBC Shot of the Tournament berkat lob akurat yang membuat Federer terpana. Momen itu menjadikannya pahlawan kultus Wimbledon, namun tidak serta-merta mengubah hidupnya secara permanen.
"Orang bilang, 'apakah Anda menikmati setiap momen?' Tidak, saya sedang bermain tenis. Itu tidak selalu menyenangkan," ujar Willis kepada BBC Sport. "Saya sangat bersyukur bisa bermain di Centre Court, tapi saya ingin menang di sana."
Setelah momen Federer, Willis mengalami pasang surut. Ia hampir berhenti beberapa bulan sebelum pertandingan itu, dan benar-benar pensiun pada 2018. "Itu mengubah hidup dalam jangka pendek, tapi Anda tahu betapa cepatnya semuanya berlalu," katanya. "Ponsel Anda tidak berhenti berdering, lalu semuanya beralih ke orang lain."
Willis kemudian bekerja sebagai tukang batu selama pandemi. "Itu membebaskan. Saya suka bagaimana mereka berhenti tepat pukul 12 untuk minum teh dan makan siang. Seperti agama," kenangnya. Namun, ia sadar bahwa membangun rumah bukanlah keahliannya. "Anda tidak akan ingin saya membangun rumah Anda."
Kembalinya Willis ke tenis dimulai ketika seorang teman keluarga menawarkan dukungan dana untuk comeback profesional. Istrinya, Jenny, menjadi pendorong utama. "Dia bilang, lakukan saja, kamu hanya punya satu kesempatan. Dan sekarang saya di sini," ujar Willis.
Kini, sebagai pemain ganda, Willis mengaku lebih serius menekuni profesinya. Ia juga lebih santai di luar lapangan, mengurus empat anaknya yang berusia 7 hingga 13 tahun. "Saya hanya berusaha menjadi pemain tenis, suami, dan ayah terbaik," katanya. "Pengalaman melawan Federer dulu mungkin telah membentuk siapa saya sekarang."
Pada Rabu (3/7), Willis bersama pasangannya David Stevenson akan menghadapi Joe Salisbury dan Ariel Behar di babak pertama ganda putra. Pertandingan ini menjadi bukti bahwa kisah Willis bukan sekadar nostalgia, melainkan inspirasi bagi atlet yang berjuang melawan keterbatasan.



