Fury Pilih Wach di Thailand sebagai Pemanasan Sebelum Duel dengan Joshua
Baca dalam 60 detik
- Tyson Fury akan bertarung melawan Mariusz Wach di Pattaya, Thailand, pada 24 Juli sebagai persiapan menghadapi Anthony Joshua.
- Anthony Joshua dijadwalkan kembali ke ring pada 25 Juli melawan Kristian Prenga di Riyadh, Arab Saudi, setelah kecelakaan mobil tragis.
- Kedua petinju harus menang untuk mewujudkan duel all-British yang dijadwalkan pada 2026, dengan kontrak yang mewajibkan pertandingan di Inggris.

Tyson Fury, mantan juara dunia kelas berat dua kali, akan menjajal petinju Polandia Mariusz Wach di Pattaya, Thailand, pada 24 Juli mendatang. Pertarungan ini menjadi batu loncatan menuju duel yang sangat dinantikan melawan Anthony Joshua, yang dijadwalkan berlangsung pada 2026.
Laga di Thailand itu akan berlangsung sehari sebelum Joshua kembali ke ring pada 25 Juli melawan Kristian Prenga di Riyadh, Arab Saudi. Bagi Joshua, pertarungan ini merupakan yang pertama sejak ia terlibat kecelakaan mobil di Nigeria pada Desember 2025 yang merenggut nyawa dua rekannya. Kedua petinju berusia 36 dan 37 tahun itu sama-sama membutuhkan kemenangan untuk memastikan pertemuan mereka tetap pada jalurnya.
Wach, yang kini berusia 46 tahun, bukanlah lawan yang mudah meski usianya sudah tidak muda. Rekornya menunjukkan 39 kemenangan dari 51 pertarungan, 20 di antaranya melalui knockout. Namun, petinju asal Polandia itu hanya memenangi tiga dari sepuluh pertarungan terakhirnya. Ia bahkan dihentikan pada ronde kedua oleh petinju Inggris Moses Itauma dalam perebutan gelar kelas berat Interkontinental WBO pada Juli 2024. Sebelumnya, Wach juga sudah dikalahkan oleh petinju Inggris lainnya: Dillian Whyte pada 2019 dan Frazer Clarke pada 2023.
Kontrak antara Fury dan Joshua sebenarnya sudah diumumkan oleh promotor Joshua, Eddie Hearn, pada April lalu. Pengumuman itu muncul setelah Fury kembali dari masa pensiun selama 15 bulan dengan kemenangan angka atas petinju Rusia Arslanbek Makhmudov di Stadion Tottenham Hotspur. Usai laga, Fury langsung menantang Joshua yang saat itu duduk di ringside. Keduanya sempat bertukar kata-kata, dengan Fury berusaha memancing rivalnya naik ke atas ring.
Spekulasi tempat pertandingan sempat mengarah ke Amerika Serikat karena keterlibatan penguasa Arab Saudi, Turki Alalshikh. Namun, pekan lalu Hearn menegaskan kepada BBC Sport bahwa Joshua dan Fury terikat kontrak untuk menggelar pertarungan di Inggris. Kepastian ini sekaligus mengakhiri spekulasi bahwa duel akbar tersebut akan diboyong ke luar negeri.
Bagi penggemar tinju Indonesia, pertarungan Fury vs Wach di Thailand bisa menjadi tontonan menarik karena kedekatan geografis. Thailand selama ini dikenal sebagai destinasi pelatihan petinju dunia, dan Fury yang kerap berlatih di Pattaya memanfaatkan fasilitas di sana. Sementara itu, Joshua yang memilih bertarung di Arab Saudi menunjukkan tren baru di dunia tinju, di mana negara-negara Timur Tengah semakin gencar menjadi tuan rumah laga besar. Jika kedua petinju sukses melewati rintangan masing-masing, duel all-British yang telah lama dinanti akhirnya akan terwujud. Pertanyaannya, akankah Fury dan Joshua mampu menjaga momentum hingga 2026?



